Disway

Oleh: Dahlan Iskan SIAP-SIAPLAH dunia kita dipimpin Donald Trump lagi. Setelah konvensi Partai  Republik pekan lalu, nama Trump melejit lagi. Perbedaan citra antara Trump dan Joe Biden juga kian nyata.

Disway

Oleh: Dahlan Iskan BUKAN main keberanian Tiongkok menentang opini dunia – dunia Barat. Sampai pun berani menunda Pemilu legislatif di Hong Kong. Padahal penentangan terhadap pemberlakuan UU Keamanan Nasional di bekas

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Pun di Amerika. Kian dekat Pilpres kian panas. Termasuk hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok. Jumat kemarin adalah dibakarnya sumbu baru: secara mendadak, Amerika menutup konsulat Tiongkok

Disway

Oleh : Dahlan Iskan ”I do, I do”. Yang mengatakan itu Presiden Donald Trump. Yakni setelah tiga hari terakhir ini lonjakan penderita Covid-19 luar biasa di Amerika. Sehari saja bisa

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Pilihan jatuh ke Hawaii. Di situlah lokasi pertemuan dua pejabat tinggi Amerika Serikat dan Tiongkok kemarin. Hawaii persis di tengah antara daratan dua negara –juara dan

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni lalu.

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Menyalahkan gubernur sudah. Menyalahkan ilmuwan medis sudah. Menyalahkan Tiongkok sudah. Pun menyalahkan pendahulunya, Barack Obama. Tapi yang meninggal akibat Covid masih terus naik. Hari ini mencapai

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kita terbelalak melihat cepatnya vaksin Covid-19 ditemukan. Oleh jenderal wanita Chen Wei di Wuhan itu ( Baca DI’s Way: Bebas Wuhan). Ternyata itu kalah cepat. Kemarin TV

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Amerika terus menyalahkan Tiongkok. Terutama ketika Presiden Donald Trump terus disalah-salahkan rakyatnya: kok lambat sekali dalam menangani Covid-19. Menlu AS Mike Pompeo menuduh Tiongkok tidak mau