Disway

Oleh : Dahlan Iskan ”Kantormu masih ada? Tidak hilang?” Itulah pertanyaan saya kepada teman baik saya di Beijing. Ia pemilik beberapa perusahaan. Kantornya di banyak kota: Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Banyak presiden di dunia ini tapi hanya satu yang seperti Donald Trump: Jair Bolsonaro. Bahkan Presiden Brasil itu lebih nge-Trump dari Trump sendiri. Bolsonaro terus keliling

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Tidak ada berita yang lebih menggembirakan dari pada ini: penderita virus Corona No. 01 di Indonesia dinyatakan sembuh. Sudah boleh pulang. Doa kita terkabul. Berarti perawatannyi

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Perang dagang sudah biasa terjadi. Krisis harga minyak juga pernah ada. Pun wabah suatu penyakit –juga sering muncul. Tapi, kini, tiga bencana itu terjadi di waktu

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Mana yang lebih besar: Al Amien Prenduan, Sumenep atau Daar el Qolam Gintung, Tangerang? Dua-duanya dibangun oleh alumni Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Dua-duanya fastabikul khairat –sampai

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kini Presiden Donald Trump sendiri yang bilang: kenapa harus takut dengan virus Corona. Yang mati kan hanya 22 orang –di Amerika Serikat. Bandingkan dengan flu. Yang

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Kejadian ini benar-benar sulit dijelaskan. Kalau pun bisa diuraikan apa penyebabnya tidak bisa dijelaskan apa tujuannya. Tiba-tiba saja harga minyak mentah turun drastis-tis-tis-tis. Dari yang sudah

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Wartawan selalu kesulitan menganalisis apa yang terjadi di pusat kekuasaan Tiongkok dan Rusia. Itu dulu. Ketika sistem komunisme masih penuh rahasia. Sekarang wartawan mengalami kesulitan yang

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Apa yang terjadi di Malaysia sekarang ini bisa mengejutkan dan tidak mengejutkan. Ahli sejarah sudah menulis: sesudah kejatuhan diktator pasti diikuti masa ketidakstabilan politik. Ketidakstabilan itu

Disway

Oleh : Dahlan Iskan Gelar ”super spreader” kini sudah untuk dua orang. Yang satu –Anda sudah tahu– adalah lelaki Hongkong berumur 83 tahun. Kakek inilah yang dianggap pembawa virus Corona

Disway

Medialampung.co.id – Ternyata Indonesia memang sudah bisa ekspor beras. Ironi tapi nyata. Dan ekspor itu ternyata dari Desa Kebon Agung, Sidoharjo, Wonogiri. ”Tadi malam kami kerja sampai larut malam. Menaikkan

Disway

Sudah empat tahun PT Pengayom Petani Sejagad berdiri. Setiap tahun petani menerima ‘cashback’ dari Pengayom. Bahkan setiap habis panen –kalau setahun bisa panen dua atau tiga kali. Istilah ‘cashback’ itu hanya dipakai untuk memudahkan

Disway

Akankah revolusi kelembagaan petani bermula dari Wonogiri ini? Dari Wonogiri lah lembaga ”perseroan terbatas” mulai diterapkan. Sejak empat tahun lalu. Tepatnya di desa Kebon Agung, Sidoharjo. Dan kelihatannya mulai berhasil.

Disway

Semula publik internasional marah kepada Kamboja. Negara yang kini lagi mengejar kemajuan tetangganya, Vietnam, itu dianggap ceroboh. Dan membahayakan dunia. Gara-gara Kamboja-lah virus Corona bisa menyebar ke seluruh dunia. Begitu

Disway

Mata SBY kembali sembab. Pidatonya pun terhenti. Harus menghela nafas dulu sebentar. Sebelum meneruskannya. Itu terjadi Sabtu kemarin. Di acara besar pemancangan pembangunan Museum dan Galeri Seni SBY-Ani. Di Kota