Tahun ini, Dahlin Targetkan Bebaskan 4 Pekon dari Status Tertinggal

  • Whatsapp
Camat Airhitam Drs Dahlin, M.Pd

Medialampung.co.id – Tenaga Ahli Pendamping Desa Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dan Tim Pendamping Desa Kecamatan melakukan kordinasi dengan Camat Airhitam, Drs Dahlin, M.Pd dan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan ke pekon tertinggal yang ada di Kecamatan Air Hitam.

Sebagaimana diketahui, ada 14 pekon di Lambar yang statusnya pekon tertinggal, dan 4 pekon tersebut ada di Airhitam, yaitu Pekon Sukajadi, Sukadamai, Manggarai dan Rigisjaya.

Bacaan Lainnya



Dahlin menyampaikan bahwa Empat pekon tertinggal yang ada, menjadi prioritas kecamatan dalam melakukan pembinaan pekon tanpa mengesampingkan pekon lainnya, dan pihaknya optimis hasil survey Indek Desa Membangun (IDM) sekitar pertengahan tahun 2020 ini, 4 pekon tersebut akan naik statusnya menjadi pekon berkembang.

Hal ini didasari dari hasil diskusinya dengan tim pendamping desa, dengan melihat hasil survey tahun 2019 lalu dan program di APBPekon tahun 2020 ini.

Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Kecamatan Airhitam, Ahmad Suryanto pun menyampaikan, dari pendampingan penyusunan APBPekon 2020, dan berdasarkan data IDM tahun lalu serta simulasi input IDM yang timnya lakukan, pihaknya optimis status 4 pekon tertinggal tersebut akan naik menjadi pekon berkembang.

Ditambahkan oleh Yanto, dari IDM 2019, yang terdiri dari Indek Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahan Lingkungan (IKL) dan Indek Ketahanan Ekonomi (IKE), titik lemah pekon ada di IKL dan IKE. Dan sudah teridentifikasi kebutuhan program yang harus pekon lakukan untuk meningkatkan IKE dan IKL tersebut dan program tersebit sudah masuk di APBPekon 2020.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pendamping Desa Lampung Barat, Anton Hilman S.Si, menyampaikan bahwa Kementrian Desa PDTT, melalui KPW II Lampung, menginstruksikan untuk membuat profil pekon tertinggal yang dipadukan dengan data IDM, SIPEDE dan juga APBPekon tertinggal tersebut, yang tujuannya untuk memastikan apakah kebutuhan pekon untuk menaikkan status dari pekon tertinggal menjadi berkembang  sudah masuk dalam APBPekon 2020 Ini. Jika sudah masuk, maka iktiar 4 pekon tertinggal di Air Hitam untuk naik statusnya menjadi pekon berkembang sudah on the track.

“Kebetulan saya adalah penanggungjawab pembuatan profil ini. Data utama profil pekon sumbernya dari Dinas PMP Lambar, data SIPEDE dari sistem informasi pembangunan desa Kemendes yang diinput oleh pendamping desa, data IDM dari hasil survey IDM 2019 lalu”

Dipaparkan oleh Anton,  bahwa indikator di survey IDM sebagai alat menilai status pekon versi Kementrian Desa PDTT, tidak seluruhnya terkait dengan yang menjadi kewenangan pekon, tetapi ada yang masuk kewenangan kabupaten.

Jadi untuk menaikkan status pekon tidak dapat hanya mengandalkan dana desa atau akan selesai dengan kewenangan pekon. Contohnya seperti keberadaan sekolah formal, fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.

“Semakin baik pekon melakukan kordinasi dan sinkronisasi dengan kabupaten akan semakin baik progres pembangunan di pekon,” tutur Anton.

Dan keberhasilan pekon pekon di lambar, khususnya pekon sangat tertunggal dan tertinggal naik statusnya adalah bukti hasil dari kebijakan kabupaten yang melakukan berbagai program di pekon-pekon tersebut, seperti membangun jalan penghubung antar pekon, membuka akses transportasi dan komunikasi, membangun fasilitas kesehatan dan pendidikan, sarana prasarana air bersih, bantuan untuk kelompok tani dan umkm dan lainnya, yang itu semua merupakan bagian yang dijadikan indikator dalam menilai kemajuan pekon (indeks desa membangun).

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas kebijakan Bupati  Parosil yang telah berhasil membawa Lambar lepas dari status kabupaten tertinggal, bahkan saat ini hanya tinggal 14 pekon yang statusnya tertinggal.

“Tahun 2015 Lambar masih masuk kategori kabupaten tertinggal, karena lebih dari 70% status pekonnya adalah sangat tertinggal dan tertinggal, 4 tahun dana desa dan sinkronisasi pembangunan pekon dengan kabupaten, data 2019 sudah tidak ada lagi pekon sangat tertinggal di Lambar, hanya 14 pekon atau 10,7% yang statusnya tertinggal dan semoga target 2021 tidak ada pekon tertinggal akan tercapai,” ujarnya. (ius/mlo)



Pos terkait