Tahun Ini, Kasus DBD di Lambar Meningkat 

  • Whatsapp
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Dinkes Lambar Ira Permata Sari, S.Farm.Apt.

Medialampung.co.id – Jumlah warga yang terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lambar tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya.  Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes), hingga September 2020  jumlah kasus penyakit yang diakibatkan nyamuk Aedes Aegypti ini mencapai 96 kasus. 

“Tahun 2018 kasus DBD di Kabupaten Lambar ada 18 kasus, tahun 2019 sebanyak 95 kasus sedangkan untuk tahun 2020 hingga September jumlah kasus DBD mencapai 96 kasus,” ungkap  Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Ira Permata Sari, S.Farm.Apt., mendampingi Kepala Dinkes Lambar Paijo, S.K.M, M.Kes.,kemarin.

Bacaan Lainnya


Kasus DBD itu, lanjut Ira , kasus tertinggi berada di Kecamatan Balikbukit  sebanyak 29 kasus, kemudian disusul Kecamatan Sumberjaya 16 kasus, Kecamatan Sukau 15 kasus, Kecamatan Waytenong delapan kasus serta Kecamatan Sekincau enam kasus. Kecamatan Kebuntebu lima kasus, Kecamatan Batubrak empat.

Lalu, Kecamatan Pagardewa empat kasus,  Kecamatan Batuketulis tiga kasus,  Kecamatan Lumbokseminung dua kasus,  Kecamatan Bandarnegeri Suoh dua kasus, Kecamatan Belalau satu kasus sedangkan di Kecamatan Gedungsurian satu kasus.

“Khusus untuk Kecamatan Airhitam dan Kecamatan Suoh hingga September 2020 belum ada kasus DBD,” kata dia.

Lanjut dia, pada tahun 2020 ini bakal terjadi peningkatan DBD, mengingat tahun 2020  merupakan tahun dimana siklus lima tahunan meningkatnya kasus DBD.

“Tahun ini merupakan siklus lima tahunan yang dimana setiap lima tahun sekali kasus DBD akan meningkat, untuk itu sebenarnya hal ini sudah kita perkirakan sebelumnya, dan sudah kita sampaikan pada  akhir tahun lalu sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk mewaspadainya,” kata dia.

Kata Ira, bentuk pencegahan masih tetap dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga tentang bahaya dari penyakit ini sendiri dan bagaimana cara mencegah penyakit tersebut dengan cara menerapkan hidup bersih.

“Fogging tetap kita lakukan di tempat yang ada kasus DBD nya, selain itu kita juga melakukan sosialisasi tentang PSN 3 Plus, termasuk menaburkan bubuk abate dengan perbandingan 10 gram per 100 liter air di setiap penampungan air, karena nyamuk DBD ini sendiri lebih menyukai berkembang biak di air bersih, air bersih yang ditaburi bubuk abate ini sendiri aman untuk dikonsumsi,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Lambar agar selalu membiasakan hidup bersih dengan rajin membersihkan lingkungan tempat tinggal, karena DBD merupakan penyakit berbahaya dan menular.(lus/mlo)



Pos terkait