Tak Dapat BLT, 30 Orang Ibu Rumah Tangga Demo Camat Banjit

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tidak puas dengan metode penentuan penerima Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD), dengan difasilitasi oleh pengurus RJB (Relawan Jokowi Bersatu) Kecamatan Banjit, sekitar 30 orang ibu rumah tangga warga kampung Simpang Asam Kecamatan banjit Waykanan menyambangi Kantor Camat Banjit, mereka berdemo karena tidak mendapatkan BLT-DD, Selasa (2/6).

“Dari yang kami dengar bahwa 30 persen dari dana desa harus dibagikan dan masyarakat kurang mampu yang terdampak dari wabah Covid-19. Dari hitungan kami di Kampung Simpang Asam seharusnya terdapat 160 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut akan tetapi ternyata yang dibagikan oleh kepala kampung tidak seperti itu, sehingga kami memutuskan untuk mengadukan hal ini ke Camat banjit. Dengan didampingi oleh bapak-bapak dari pengurus RJB Banjit,” ujar Marwati, jubir pendemo.

Bacaan Lainnya



Pernyataan Ibu marwati dibenarkan oleh Chandra Susilo Ketua DPC RJB Banjit, di mana menurut Chandra diduga pembagian BLT dana desa di Kampung Simpang Asam sarat KKN karena banyak keluarga yang seharusnya mendapatkan bantuan tetapi tidak mendapatkan sebaliknya banyak warga yang tidak mendapatkan bantuan justru mendapatkannya.

“Ibu-ibu yang demo ini, tidak satu pun yang dapat bantuan. Padahal mereka ini memang sangat layak mendapatkan bantuan dan bahkan data-data sudah disampaikan oleh aparat pemerintah kampung yang melakukan pendataan namun anehnya tidak juga mendapatkan bantuan,” imbuh Chandra Susilo.

Terpisah, Camat Banjit Taufik Hidayatno, S.STP. MSi., menyatakan telah memberikan apresiasi kepada ke-30 orang ibu-ibu dari Kampung Simpang Asam yang telah menyampaikan pengaduan kepada dirinya terkait pelaksanaan pembagian BLT-DD di Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit

“Sebagian dari mereka itu sudah masuk datanya ke dalam daftar Penerima Bantuan BLT-APBD, survey calon penerima bantuan sudah dilaksanakan 2 kali, siang hari ini akan dilakukan survey kembali oleh tim relawan covid-19, aparatur kampung, pendamping desa, bhabinkamtibmas dan babinsa, setelah itu akan kita umumkan ke masyarakat termasuk data seluruh penerima bantuan sosial yang sudah diterima sebagaimana perintah Bupati Waykanan. Mudah-mudahan semua bisa berjalan sesuai dg harapan kita semua, Jika hasil survey mereka memenuhi syarat maka akan dapat kita akomodir baik lewat BLT-DD maupun BLT-APBD,” tegas Taufik.(wk1/mlo)



Pos terkait