Tak Dapat Restu, Sepasang Kekasih Pilih Mesum

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Hubungan sepasang kekasih tidak semuanya mendapat restu orang tua. Tidak direstui, sepasang kekasih di Lamteng akhirnya berbuat mesum.

Orang tua perempuan yang tidak terima melaporkan kasus ini ke polisi dengan Nomor Laporan: LP/931-B/VIII/2020/ Polda LPG/Res Lamteng, Tanggal 3 Agustus 2020. Tersangka Ahmad Saleh (19), warga Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Lampung Tengah di rumahnya, Sabtu (8/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Bacaan Lainnya



Kasat Reskrim Polres Lamteng AKP Yuda Wira Negara mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan pencabulan dilakukan tersangka kepada SB (17), warga Kelurahan Yukumjaya, Rabu (29/7) sekitar pukul 01.00 WIB. 

“Pencabulan terjadi di kontrakan kosong samping rumah korban. Korban merupakan tetangga tersangka. Tapi, hubungan tersangka ditentang orang tua korban,” katanya.

Ketika itu, kata Yuda, korban yang meminta tersangka menemani tidur di kontrakan korban.

“Korban meminta tersangka menemani tidur di kontrakan. Tersangka datang dan merayu korban bersetubuh. Tersangka berjanji akan menikahi korban. Keduanya pun melakukan perbuatan maksiat,” ujarnya.

Dalam kasus ini, kata Yuda, tersangka dijerat dengan Pasal 76 D dan 76 E Jo Pasal 81 dan 82 UU RI No.17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No.1/2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka terancam hukuman pidana minimal tiga tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Sedangkan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng sudah melakukan assessment terhadap korban.

“Kita sudah assessment terhadap korban. Kita berencana membawa korban ke Rumah Aman supaya tidak cinta buta. Apapun alasannya, perbuatan ini tetap salah,” kata Ketua LPA Lamteng Eko Yuwono.

Menurut Eko, korban selama ini tidak harmonis dengan keluarganya dan memilih keluar rumah untuk mengontrak. 

“Korban sudah dua bulan mengontrak karena sering cekcok dengan keluarganya. Apalagi orang tua korban tidak setuju dengan tersangka yang hanya bekerja di bengkel,” ujarnya.

Semalam, kata Eko, korban menemui keluarga tersangka karena merasa tidak nyaman. 

“Korban datang ke keluarga tersangka. Korban minta dinikahkan. Jika tidak mau menemani sang kekasih di penjara. Tapi, katanya tidak jadi. Polres kemungkinan akan memanggil kedua belah pihak mencari solusi. Kalau orang tua korban tetap keukeuh melanjutkan kasus ini,” ungkapnya. (sya/mlo)



Pos terkait