Tak Kuat Tahan Nafsu, Keponakan Sendiri Digasak

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Entah apa dipikiran AC (27). Karena tak kuat menahan nafsu. Keponakannya sendiri IM (11) pun dicabuli olehnya. Akibatnya ia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau. Dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Desna Indah Meysari dalam dakwaannya mengatakan, Korban merupakan keponakan dari istri pelaku. 

Bacaan Lainnya


Perbuatan bejat itu dilakukan pada bulan Januari 2020 di samping rumah pelaku, tepatnya di dekat kebun cabai.

Warga Tumijajar Kabupaten Tulangbawang Barat itu, memulai perbuatannya saat IM berkunjung ke rumahnya bersama dengan orang tuanya berinisial N.

N pun datang ke rumah terdakwa tak sendirian. Melainkan bersama suami juga kedua anaknya. Salah satunya korban IM.

“Setibanya di kediaman terdakwa, N pun langsung ngobrol dengan istri AC di dapur,” katanyi.

“Lalu setelah sore –sekitar pukul 17.00 WIB. Terdakwa pulang dari bekerja. Melihat orang tua IM dan istrinya sedang ngobrol di ruang tamu,” sambungnyi.

Kebetulan, waktu itu orang tua korban dan istrinya sedang membahas mengenai kakak IM. Yakni D yang dicurigai juga menjadi korban pencabulan.

“Waktu itu terdakwa sedang melihat IM tiduran di ruang tamu. Sambil memainkan handphone,” ucapnyi.

“Lalu secara kebetulan istri terdakwa pun meminta agar mengajak main IM –alasannya agar tak mendengar pembahasan mereka di ruang tamu,” jelasnyi.

Tak lama kemudian, terdakwa mengajak IM ke kolam ikan. Setelah itu kembali membawanya ke kebun cabai –untuk dicabuli. Tetapi sesampai di kebun, terdakwa melihat EJ –pemilik kebun. 

Terdakwa sempat ngobrol sebentar dengan EJ. Setelah itu baru ia berpamitan mengajak IM pulang. Bukannya pulang, malah IM diajak ke samping rumah terdakwa. 

“Dan melakukan pencabulan itu,” bebernyi.

Selesai melakukan perbuatannya. Terdakwa pun membawa korban pulang. Sesampai dirumah, orang tua korban (N) merasa curiga.

“Waktu itu N melihat kelopak mata anaknya hitam. Dan tangannya dingin. Karena penasaran, N pun melihat kelamin IM,” jelasnyi.

Esok harinya N bersama suaminya dan kedua anaknya –termasuk IM. Pulang ke Bandarlampung. Sampai dirumah N penasaran. Kembali lagi memeriksa alat kelamin IM.

“N menanyakan ke IM. Apa yang terjadi. N terkejut, kalau IM menjelaskan bahwa dia dicabuli oleh terdakwa,” katanyi.

Tak butuh waktu lama. N pun melaporkan terdakwa ke Polda Lampung.

Akibatnya terdakwa pun  diancam pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 81 (1) Jo Pasal 76D Undang-Undang RI No.17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang undang. (mlo/)



Pos terkait