Tak Kunjung Ditangani, Banjir Sudah Jadi Pemandangan Biasa di Jalan Nasional

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meningkatnya curah hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat kembali mengakibatkan ruas jalan lintas nasional tepatnya di Pemangku VIII, Pekon Kembahang terendam banjir.

Kondisi itu dianggap sudah menjadi pemandangan yang biasa terjadi saat musim hujan, penyebabnya akibat saluran drainase yang buruk ditambah gorong-gorong  yang tidak berfungsi. Meski telah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun hingga kini belum ada aksi nyata dari pemerintah terkait.

Bacaan Lainnya

“Ini sangat berdampak buruk bagi warga lingkungan sekitar, selain itu juga membahayakan pengendara. Walaupun sudah sering kami usulkan pada saat Musrenbang Kecamatan setiap tahunnya  tapi hingga kini belum ada aksi nyata untuk pembangunan drainase di area tersebut,”ungkap Peratin Kembahang Donal Hentrisa M.Kes, Selasa (20/10).

Anehnya, lanjut dia, mengingat wilayah tersebut seharusnya menjadi salah satu prioritas penanganan. Justru Pemerintah malah membangun titik yang notabanenya tidak bermasalah dengan banjir seperti pembangunan di ruas jalan  lintas Provinsi di Pemangku Keramaian sampai Pekon Gunungsugih dengan Pekon Kegeringan. 

Jalan provinsi yang bermasalah dengan banjir malah tidak dibangun, Jadi hal tersebut kami rasa tidak efektif yang mana sudah menggelontorkan dana besar tapi tidak menyelesaikan masalah,”tegasnya.

Ia menilai, ruas jalan nasional di wilayah tersebut akan terus menjadi langganan banjir apabila pemerintah tidak tepat dalam melakukan penanganan. Untuk itu, atas nama masyarakat ia meminta kepada pemerintah terkait agar mengkaji ulang pembangunan di titik yang dinilai belum prioritas atau membangun saluran drainase di wilayah tersebut.

“Karena kita tahu bahwa sekarang sedang proses pembangunan drainase di sepanjang jalan nasional tersebut. Namun tidak sampai di titik ini, jadi besar harapan kami agar Pemerintah merespon baik dan melakukan langkah nyata Karena ini sudah sangat lama dinanti oleh Masyarakat Pekon Kembahang dan pengendara yang melintas di jalur ini,”imbuhnya.

Sementara, Andra salah seorang pengguna jalan mengatakan kondisi itu sangat mengganggu aktivitas lalu lintas dan jika terus dibiarkan seperti itu dikhawatirkan akan menimbulkan korban terutama bagi pengguna kendaraan roda dua.

“Mungkin bagi pengendara roda empat tidak terlalu terganggu, namun bagi pengendara roda dua seperti kami harus berhati-hati apalagi jika ada kendaraan dari arah yang berlawanan. Pengguna mobil juga harus mengurangi kecepatan, sebaiknya pemerintah segera meninjau dan memperbaiki kondisi ini,” harapnya.(edi/mlo)




Pos terkait