Tak Kunjung Terealisasi, Masyarakat Tagih Janji Politik Bupati 

  • Whatsapp
Pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Sukau

Medialampung.co.id – Momentum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sukau Kabupaten Lampung Barat benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya.

Bahkan bukan hanya sekadar usulan, namun sejumlah tokoh masyarakat tak segan menagih janji politik Bupati Hi. Parosil Mabsus seperti dalam pemenuhan kebutuhan dasar listrik di Pemangku Sidung Pekon Buaynyerupa Kecamatan Sukau. 

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diutarakan Tokoh Masyarakat Pekon Buaynyerupa, Amrah Bangsawan. Ia mengungkapkan bahwa di wilayah pekon tersebut terdapat satu pemangku yaitu Pemangku Sidung yang hingga kini masyarakat masih kesulitan dalam menjalankan aktivitas karena belum adanya akses jaringan listrik di wilayah tersebut, padahal sebelumnya pada pilkada 2017 lalu, Bupati Parosil berjanji akan menuntaskan persoalan tersebut.

“Jadi usulan kami tidak banyak pak, hanya satu, tapi kami berharap ini betul-betul jadi perhatian, karena di Pekon Buaynyerupa ada namanya Pemangku Sidung yang sampai saat ini masyarakatnya sama sekali belum tersentuh listrik, padahal pada pilkada 2017 lalu Pak Bupati berjanji akan menyelesaikannya. tolong sampaikan ke Pak Bupati,” ungkap Amrah Bangsawan.

Sebab, kata dia, saat ini masa kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin telah memasuki tahun keempat, sehingga masyarakat sudah sangat menantikan agar janji tersebut dapat terwujud. 

“Ini sudah menjelang pilkada lagi, apakah kita harus menunggu pilkada lagi, karena di pemangku itu terdapat sebanyak 60 Kepala Keluarga, dan mereka sangat membutuhkan listrik tersebut sehingga mohon ini menjadi perhatian,” harapnya.

Sementara, usulan lainnya disampaikan Joni Hapiz, Tokoh Masyarakat Pekon Bumijaya. Dimana pihaknya mempertanyakan respon dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lambar. Pasalnya, penanganan tanah longsor di wilayah Sungai Uluhan yang dekat dengan Pemukiman Warga pemangku Bumijawa Ulu belum juga mendapat penanganan.

“Saat ini keselamatan warga yang bermukim di lokasi itu terancam, apalagi saat musim penghujan mereka harus numpang di rumah sanak keluarga karena khawatir terjadi longsor. Usulan sudah kami sampaikan sejak tahun 2017, tapi belum ada realisasi sampai saat ini, bahkan BPBD dan Anggota Dewan Dapil satu, pernah turun ke lokasi dan berkomitmen agar ditindaklanjuti tapi sampai kini belum juga,” tegasnya.

Bahkan, terusnya proposal yang disampaikan ke BPBD pada tahun 2017 lalu saat dikonfirmasi ulang ternyata tidak jelas keberadaannya, sehingga pihaknya terpaksa harus kembali membuat proposal ulang. 

”Waktu kami tanya sampai mana progress usulan, ternyata saat di cek proposal sebelumnya sudah hilang, jadi kami diminta buat ulang. Sehingga ini jelas dipertanyakan, karena usulan yang kami sampaikan terkesan terabaikan,” imbuhnya.

Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan usulan pembangunan irigasi di wilayah Pemangku Uluhan Satu, di pekon tersebut yang kini sebagian besar areal persawahan telah beralih fungsi menjadi lahan palawija atau di tanam sayur mayur, akibat irigasi rusak parah bahkan masih irigasi buatan alami dari tanah.

“Pembangunan irigasi ini sangat penting, karena apabila tidak segera diatasi maka petani semakin banyak yang mengalihfungsikan sawahnya ke tanaman palawija, sehingga kondisi ini mengakibatkan produksi beras di Kecamatan Sukau, khususnya di Pekon Bumi Jaya akan terus berkurang,” kata dia.

Terpisah, Edi Gunawan salah seorang tokoh masyarakat Pekon Jagaraga juga menyampaikan aspirasinya, dalam kesempatan yang sama ia berharap pemerintah dapat memaksimalkan fungsi internet desa, karena hingga kini jangkauan internet di Kecamatan Sukau masih belum merata.

“Jadi mohon kepada Pemkab Lambar melalui Diskominfo ini juga dapat menjadi perhatian, karena diera digitalisasi saat ini, akses internet sudah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat yang harus terpenuhi, salah satunya dalam rangka mempromosikan seluruh potensi yang ada di setiap pekon,” harapnya.(edi/mlo)


Pos terkait