Tak Maksimal, Warga Keluhkan SPAM 2019 Milik Pekon Muarajaya I

  • Whatsapp
Bak pembagi air bersih pembanguan PNPM Pekon Muarajaya I Kecamatan Kebuntebu yang tidak difungsikan lagi setelah dibangun jaringan baru yang dikeluhkan masyarakat karena kurang berfungsi maksimal - Foto Dok/mlo

Medialampung.co.id – Warga Pekon Muarajaya I, Kecamatan Kebuntebu, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) mengeluhkan kurang maksimalnya fungsi jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun melalui  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2019 Paket DAK AF1/Pembangunan Bangunan Penangkap Mata Air Kapasitas 3 Liter oleh CV Bangun Cipta Sarana.

Berdasarkan keterangan dari sumber informasi yang dapat dipertanggung jawabkan. Tahun 2019 pekon itu memperoleh pembangunan SPAM dengan nilai yang cukup fantastis hampir menyentuh satu miliar rupiah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lambar.

Bacaan Lainnya



Namun, sayang setelah beroperasi kondisi air yang dihasilkan kurang baik untuk dikonsumsi seperti ketika hujan air menjadi keruh, dan ketika panas beberapa hari debit air turun bahkan kadang macet. 

“Sejak kami pakai air bersih jaringan yang baru ini kualitas airnya lebih buruk daripada penggunaan jaringan lama yang dibangun 2011 gunakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM),” ungkap warga yang minta tidak disebutkan namanya.

Terkait kondisi itu, tentunya sangat disayangkan warga, terlebih karena adanya SPAM, jaringan air bersih yang lama melalui PNPM tidak dapat digunakan lagi alias dimatikan, karena bagian hulu (bendungan) yang sedianya milik jaringan air bersih PNPM dialihkan untuk SPAM APBD tersebut. 

Disebutkan perkiraan penyebab air menjadi keruh karena pada SPAM tidak lagi menggunakan Bak Penampungan Air sehingga lumpur tidak mengendap (tersaring) melainkan langsung masuk hingga bak air warga. 

Mirisnya, untuk jaringan lama tidak berfungsi lagi dan sekarang hanya meninggalkan bangkai bekas jaringan lama. 

Atas kondisi itu warga minta Pemkab melalui dinas terkait melakukan pengecekan ulang bangunan SPAM tersebut. Dan kalaupun memang masih status masa pemeliharaan atau tanggung jawab pelaksana pembangunan (rekanan) agar dihimbaukan untuk diberikan perbaikan dan penambahan jaringan. Termasuk tidak mematikan jaringan yang lama.(rin/mlo)



Pos terkait