Tak Patuhi Prokes, Empat Lokasi Resepsi Pernikahan Dibubarkan Satgas

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), yang terdiri dari gabungan TNI, Polri dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kembali melaksanakan kegiatan operasi yustisi, imbauan PPKM Mikro level 3, hingga pembubaran hajatan resepsi pernikahan yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) serta menggunakan alat musik dan berkerumunan, Minggu (8/8).

Plt. Kasapol PP-Damkar Kabupaten Pesbar, Cahyadi Moeis, mengatakan kegiatan operasi yustisi ini di back up dari pihak TNI dalam hal ini Koramil 422-03/Pesisir Tengah yang diwakili Sertu Rohaili, dan dari Polri yakni Polsek Pesisir Tengah yang diwakili Panit I Intelkam Ipda Hermanto, dengan melibatkan seluruh personel baik dari Satpol PP, Koramil 422-03/Pesisir Tengah, dan Polsek Pesisir Tengah.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan operasi yustisi ini merupakan kegiatan rutin terutama selama penerapan PPKM mikro level 3 di Kabupaten Pesbar ini,” katanya.

Dijelaskannya, dalam operasi yustisi terutama pembubaran pesta (hajatan) resepsi pernikahan ini dengan sasaran di empat titik lokasi antara lain di Pekon Way Redak Kecamatan Pesisir Tengah, Pekon Sukajadi dan Pekon Lintik Kecamatan Krui Selatan, serta Pekon Bumi Waras Kecamatan Way Krui. Dalam kegiatan tersebut juga masih ditemukan kegiatan pesta pernikahan yang menggunakan alat musik.

“Selain ditemukan menggunakan alat musik dan sound sistem, dalam resepsi pernikahan itu juga masih ditemukan banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat, bahkan terjadi  kerumunan,” jelasnya.

Ditambahkannya, dalam kegiatan itu juga Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesbar yang terdiri dari tim gabungan ini sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat di lokasi pesta resepsi pernikahan itu bahwa untuk kegiatan resepsi pernikahan agar benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan mematuhi aturan yang ada. Jangan sampai sifatnya terjadi pengumpulan massa yang membuat kerumunan, tidak memakai alat musik seperti orgen tunggal dan sejenisnya, serta larangan lainnya.

“Kita berharap agar diindahkan oleh masyarakat, hal ini sebagai upaya Pemkab setempat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Dalam kegiatan operasi yustisi ini juga tim Satgas gabungan mengamankan satu unit alat musik/sound system yang digunakan dalam acara resepsi pernikahan,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait