Tak Sesuai Perda RTRW, Pemkab Segel Tambak Udang di Lemong

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), kembali melakukan penyegelan tambak udang di tiga pekon di wilayah Kecamatan Lemong, Selasa (19/10).

Penyegelan tambak udang tersebut sebagai tindak lanjut penerapan Peraturan Daerah (Perda) No.8/2017 tentang rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Pesbar.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dilaksanakan langsung oleh Satpol-PP Kabupaten Pesbar didampingi sejumlah instansi terkait dan mendapatkan pengawalan langsung dari personil TNI dan Polri.

Plt. Kasat Pol-PP Pesbar Cahyadi Muis., mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menerapkan Perda No.8/2017 tentang RTRW Kabupaten Pesbar tahun 2017 hingga 2037 mendatang.

“Penyegelan tambak udang ini sudah kita lakukan sejak beberapa tahun lalu, namun tidak ada tindak lanjut dari pengelola tambak untuk menghentikan aktivitas budidaya udang,” kata dia.

Dijelaskannya, dalam Perda tentang rencana tata ruang wilayah tersebut, kegiatan tambak udang hanya diperbolehkan dilaksanakan di dua kecamatan yakni kecamatan Ngaras dan Bangkunat, sedangkan wilayah kecamatan lainnya masuk dalam zona wisata.

“Jadi wilayah dari Kecamatan Lemong hingga Kecamatan Ngambur hanya sebagai zona wisata, sehingga tambak udang yang ada di wilayah tersebut harus ditutup karena tidak sesuai dengan Perda RTRW itu,” jelasnya.

Lanjutnya, terdapat tiga tambak udang yang masih beroperasi di Kecamatan Lemong, ketiga tambak udang tersebut saat ini tidak memiliki izin usaha yang dikeluarkan oleh Pemkab Pesbar, sehingga semuanya berstatus tambak ilegal.

“Pemkab tidak bisa memperpanjang izin tambak udang itu, karena berbenturan dengan Perda RTRW, sehingga pengajuan izin tambak udang tidak bisa di proses dan tambak udang yang ada harus ditutup,” terangnya.

Menurutnya, jika pemilik tambak tetap melakukan aktivitas budidaya udang, maka akan ada tindak lanjut dari Pemkab Pesbar dalam hal ini Satpol-PP sebagai penegak Perda.

“Nanti akan ada upaya lebih lanjut dari kami jika kegiatan tambak udang ini masih berlanjut, karena seharusnya dengan adanya penyegelan ini tidak ada lagi kegiatan yang dilakukan di dalam tambak itu,” pungkasnya. (ygi/mlo)

Pos terkait