Tanggamus Keluar dari Zona Orange Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kabupaten Tanggamus berhasil keluar jadi zona orange penyebaran Virus Covid-19. Kini Tanggamus menyandang status zona kuning yang artinya penyebaran virus Covid-19 terkendali namun masih ada kemungkinan transisi.

Bupati Tanggamus Hj Dewi Handajani yang ditemui usai penyuntikan vaksin dosis kedua bagi sejumlah tokoh di Puskesmas Kotaagung mengaku bersyukur Tanggamus bisa masuk dalam zona kuning.

Bacaan Lainnya

Menurut bupati hal itu tidak terlepas dari kerja keras semua pihak dalam hal ini memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan.

“Saat ini Kabupaten Tanggamus sudah berada pada zona kuning dan harapan kita nanti menjadi zona hijau, hal ini tentunya tidak lepas dari peran dan kerja keras seluruh stakeholder, terutama kesadaran masyarakat dalam ikut menekan serta memutus mata rantai penularan virus Covid-19,” ujar Dewi Handajani, Rabu (17/2).

Kendati sudah masuk dalam zona kuning, lanjut bupati, namun tidak boleh lengah dan masyarakat tetap diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjalankan 5M (Menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilisasi dan interaksi).

“Ingat Corona itu masih ada, kita harus betul-betul disiplin dalam menerapkan 5M, bukan 3M lagi,” pesan bupati.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tanggamus Taufik Hidayat mengatakan bahwa penentu zona adalah tim Satgas Covid-19 pusat dimana penilaian dilakukan dari tanggal 8 Februari hingga 14 Februari 2021.

“Situasi zona per kabupaten/kota dapat berubah setiap minggu sesuai penilaian satuan tugas berdasarkan tiga kriteria yaitu epidemiologi, surveilans dan pelayanan kesehatan,” kata Taufik.

Untuk diketahui berdasarkan data dari Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanggamus jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanggamus per 16 Februari sebanyak 522 kasus, didalamnya terdapat pasien selesai isolasi/sembuh sebanyak 488, sedang menjalani isolasi 8 pasien dan kematian konfirmasi 26 kasus.(ehl/rnn/mlo)


Pos terkait