Tanpa Alasan yang Jelas, Kepala Kampung Bukit Batu Pecat Guru PAUD 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Merasa gagah sebagai Kepala Kampung, Parianto, Kepala Kampung Bukit Batu Kecamatan Kasui, sewenang-wenang memecat seorang guru PAUD di Kampung yang ia pimpin melalui Surat Keputusan Kepala Kampung Bukit Batu Nomor : 140/10/SK-BB/IX/2021, yang ditandatangani oleh kepala kampung Bukit Batu Parianto pada 26 September 2021.

Padahal sang guru PAUD sendiri mengabdi di PAUD Bukit Jaya Kampung Bukit Batu berdasarkan SK yang di dikeluarkan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan melalui Kepala UPT Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kasui Supriyatno pada 15 Juli 2013. Bukan SK dari Kepala Kampung. 

Bacaan Lainnya

Sikap arogansi kepala kampung Bukit Batu tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi, dan perbedaan politik dalam pelaksanaan Pilkakam yang lalu, 

“ini yang namanya perlakukan semena-mena, hanya karena berbeda paham politik atau kepentingan pribadi, karena guru PAUD yang bernama FW tiba-tiba dipanggil ke Kantor Kepala Kampung, lalu dikasih surat pemberhentian itu, tentu saja hal itu membuat FW terkejut demikian pula kami masyarakat Kampung Bukit Batu, karena pemberhentian itu sama sekali tidak melalui musyawarah dan lebih dari itu, tentang pengangkatan serta pemberhentian guru PAUD itu sama sekali bukan kewenangan Kepala Kampung melainkan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan,” ujar Hartono tokoh masyarakat setempat yang juga mantan Anggota DPRD Waykanan dan mantan Kepala Kampung Bukit Batu yang juga Suami FW. 

Mestinya, lanjut Hartono, masalah pendidikan tidak dimasukan ke dalam ranah politik, apalagi dikaitkan dengan pilkakam yang yang telah lalu, dan hal itu perlu dipelajari oleh Parianto selaku Kepala Kampung.

“Kalau bicara kewenangan sudah jelas ini kewenangan Dinas Pendidikan, Toh yang mengeluarkan SK UPT Pendidikan & Kebudayaan. Yang kami pertanyakan, kalau pun diberhentikan salah FW apa? Dasarnya apa? kalau memang mutlak karena pemilihan, be­rarti perlu belajar lagi Kepala kampung itu,” ujar Tono. 

Terpisah, Parianto Kepala Kampung yang memberhentikan FW dari guru PAUD Kampung Bukit Batu membenarkan hal itu, karena ia merasa berhak dengan alasan yang menggaji FW dari Kampung melalui Dana Desa, dan ia memang memberhentikan FW tanpa musyawarah, 

“Karena gajinya dari dana desa saya merasa berhak memberhentikannya, dan itu hak saya sebagai kepala Kampung,” kata Parianto.

Dirinya juga meminta agar hal ini tidak perlu diberitakan, dimana sebelumnya pihak Kecamatan Kasui pun tidak mengetahui telah terjadinya pemberhentian Guru PAUD Bukit Jaya.

“Kami gak tau, tiba-tiba sudah rame aja disini,” ujar Hendra Gunawan Sekcam Kasui, yang mewakili Camat Ansori.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raminto, S.Pd, M Pd, menyatakan pihaknya akan menelusuri dulu persoalan tersebut, sebelum mengambil langkah selanjutnya.(sah/mlo)


Pos terkait