Target Pendapatan Daerah 2020 Rp1,12 Triliun

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Pendapatan daerah pada rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun 2020, ditargetkan sebesar Rp1,12 triliun lebih. Target itu mengalami penurunan dibanding 2019 sebesar 1,08 persen,  hal itu disebabkan karena penurunan pada pos lain-lain pendapatan yang sah. Hal itu diungkapkan  Bupati Lambar Hi.Parosil Mabsus saat menyampaikan nota pengantar RAPBD tahun anggaran 2020 pada rapat paripurna yang digelar  di Ruang Sidang Marghasana DPRD, Senin (21/10)

Dijelaskannya, sementara untuk target Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp 65,72 miliar lebih atau mengalami kenaikan sebesar 13,02 persen dibandingkan dengan tahun 2019, dikarenakan kenaikan pajak daerah sebesar 6,93 persen, retribusi daerah naik sebesar 102,02 persen, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan naik sebesar 29,98 persen dan lain-lain PAD yang sah naik sebesar Rp8,63 persen.

Bacaan Lainnya



Selanjutnya, target dana perimbangan direncanakan sebesar Rp812,01 miliar  lebih atau mengalami kenaikan sebesar 1,26 persen dibandingkan dengan tahun 2019 antara lain dikarenakan kenaikan pada pos bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar 17,12 persen, kenaikan pada pos dana aloaksi khusus sebesar 3 persen dan penurunan pada pos dana alokasi khusus (DAK) sebesar 3,68 persen.

“Untuk  pada pos lain-lain pendapatan daerah yang sah direncanakan sebesar  Rp243,84 miliar lebih atau mengalami penurunan sebesar 41,61  persen dibandingkan dengan tahun 2019, antara lain disebabkan oleh penurunan pada pos bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah sebesar 1,31 persen dan kenaikan dana penyesuaian dan otonomi khusus sebesar 0,19 persen,” ujar Parosil.

Pada sisi belanja daerah, lanjut dia, pada tahun angagran 2020 direncanakan sebesar Rp1,13 triliun lebih atau mengalami penurunan sebesar 3,27 persen dibandingkan dengan tahun 2019 yang terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp603,82 miliar lebih atau 53,37 persen dari total belanja daerah dan belanja langsung sebesar Rp527,63 miliar lebih atau 46,63 persen dari total belanja daerah.

“Dengan pendapatan daerah sebesar Rp1,12 triliun lebih sedangkan total belanja daerah sebesar Rp1,13 triliun lebih maka RAPBD Kabupaten Lambar mengalami defisit Rp9,87 miliar lebih. Guna menutupi defisit  RAPBD tersebut maka ditutupi melalui pembiayaan daerah dengan menggunakan sisa lebih perhitungan tahun sebelumnya sebesar Rp11,85 miliar lebih,” imbuhnya seraya menambahkan, sedangkan pengeluaraan pembiayaan direncanakan sebesar Rp1,97 miliar lebih yang terdiri dari penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah ke PT. Bank Lampung dan PDAM Limau Kunci. (lus/mlo)



Pos terkait