Tarif Belum Ditetapkan, RSUDAU Belum Layani Rapid Test Antigen untuk Umum

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) Lampung Barat, belum bisa melayani rapid test antigen bagi masyarakat umum yang hendak melakukan perjalanan ke pulau jawa. Pelayanan rapid test antigen saat ini hanya dikhususkan bagi para pejabat yang hendak melakukan perjalanan dinas luar ke Pulau Jawa, kemudian pasien yang terindikasi terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., mengatakan, kendala RSUDAU setempat belum bisa melayani rapid test antigen bagi masyarakat umum itu karena Peraturan Bupati (Perbup) terkait dengan penetapan tarif belum terbit namun saat ini masih dalam proses, dan ketika nantinya Perbup dimaksud tersebut maka pihaknya siap untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum.

Bacaan Lainnya


”Untuk sementara ini kami hanya melayani permintaan dari pejabat yang hendak melakukan perjalanan dinas luar khususnya ke pulau jawa, kemudian jika ada pasien yang terindikasi terpapar Covid-19 juga kami lakukan rapid test antigen, untuk masyarakat umum belum karena Perbup masih dalam proses yang nantinya akan mengatur soal tarif,” ungkapnya.

Lebih lanjut Wawan—sapaan Widyatmoko Kurniawan mengungkapkan, Rapid test antigen dilakukan dengan mengambil spesimen melalui swab atau usapan dari hidung atau tenggorokan. Tujuannya untuk mendeteksi antigen yang merupakan protein disandi oleh genetik virusnya sendiri.

“Tes Antigen itu kan langsung virusnya yang dicari. Jadi lebih tepat positif atau negatif, antigen adalah bagian dari tubuh kuman/virus. Rapid Antigen akan Positif bila tertangkap materi tubuh dari virus Corona manapun dan tidak bersifat spesifik untuk Covid-19, hasil positif memerlukan tes konfirmasi PCR untuk memastikan. Untuk mendeteksi virus Covid-19, pemeriksaan tes rapid antigen lebih tepat daripada rapid antibody test karena rapid antibodi hanya mendeteksi reaksi tubuh terhadap masuknya virus. Meski begitu, tes rapid antigen ini masih belum bisa mengalahkan keakuratan tes PCR,” bebernya.

Terusnya, jika untuk PCR swab membutuhkan waktu yang lebih lama (satu sampai beberapa hari) dibandingkan dengan rapid antibodi ataupun rapid antigen yang hanya membutuhkan hitungan menit.

Untuk tingkat akurasi, sensitivitas dan spesifisitas PCR swab tinggi, sedangkan rapid antigen memiliki tingkat sensitivitas moderat dan spesifisitas tinggi, dan untuk rapid antibodi tidak dapat mendeteksi virus tetapi mendeteksi antibodi yang timbul akibat masuknya virus ke dalam tubuh.

”Sampel yang digunakan untuk PCR swab dan rapid antigen adalah lendir di rongga nasofaring atau orofarings. Sedangkan untuk rapid antibody test menggunakan sampel darah yang diambil di vena pada ujung jari kita,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait