Taruna AKIP Angkatan 53 Buat Instalasi Tanaman Hidroponik di Rutan Kotaagung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Taruna AKIP angkatan 53 yang saat ini sedang melaksanakan KKN di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotaagung membuat terobosan dengan cara membudidayakan tanaman hidroponik di area Brandgang Rutan.

“Kegiatan ini kami baru lakukan dan merupakan bentuk dari pengabdian Taruna Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) angkatan 53 yang saat ini sedang melaksanakan KKN di Rutan Kotaagung,” kata Kukuh salah seorang perwakilan Taruna AKIP angkatan 53. 

Bacaan Lainnya

Menurutnya, terbatasnya luas lahan di Rutan Kotaagung membuat kami mencari cara lain untuk bisa bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, yakni budidaya tanaman hidroponik.

Ia mengatakan tanaman hidroponik yang dibudidayakan adalah jenis sayuran kangkung, pakcoy dan sawi dengan menanamnya bukan di media tanah, tetapi memanfaatkan media air larutan bernutrisi.

selanjutnya kami telah memulai tanaman hidroponik sejak 5 hari ini, dengan menggunakan pipa paralon 4 inch, netpot hidroponik 270 buah, 1 buah mesin pompa air dan pupuk.

“Diperkirakan panen sayuran ini selama 40 hari. Mudah-mudahan nanti dapat berhasil,” ujar Kukuh AKIP Angkatan 53.

Kepala Rumah Tahanan Negara Kotaagung, Akhmad Sobirin Soleh mengucapkan terima kasih kepada para Taruna AKIP angkatan 53 serta mengapresiasi terobosan inovasi yang dilakukan. 

“saya sebagai Karutan Kotaagung mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Taruna AKIP Angkatan 53 karena menurutnya ini juga merupakan kegiatan pembinaan bagi narapidana yang ada di Rutan Kotaagung saat ini,” kata Sobirin.

Ia melanjutkan hasil dari tanaman sayur ini nantinya akan dijual kepada warga sekitar serta pegawai Rutan Kotaagung sehingga bisa menambah Upah Premi bagi narapidana.

“Kami berharap nantinya tanaman hidroponik ini terus dikembangkan sebagai modal ilmu bagi narapidana jika bebas nanti,” ujarnya lagi.

Selain pembinaan ilmu budidaya tanaman hidroponik, napi Rutan ini juga mendapatkan pembinaan mental, agama dan jasmani yang terus dilakukan.

“Kami menginginkan narapidana ini saat bebas nanti memiliki modal ilmu yang kuat untuk menjalani hidup bersama keluarganya,” tutupnya. (ehl/mlo)


Pos terkait