Team Gabungan Gelar Operasi Non Yustisi di Pesbar 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id — Team gabungan yang terdiri dari personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung, Satpol PP Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), TNI dan Polri, kembali menggelar kegiatan operasi Non Yustisi penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan (Prokes) Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di sejumlah wilayah di Pesbar Sabtu (18/9) kemarin.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah dan Sumber Daya Aparatur, Muhammad Adhar, S.E., mendampingi Plt.Kasatpol PP-Damkar setempat, Cahyadi Moeis, mengatakan kegiatan operasi non yustisi penegakan prokes Covid-19 itu kembali dilakukan berdasarkan peraturan bupati Pesbar No.47/2020 tentang penerapan disiplin protokol kesehatan. Selain itu, Instruksi Menteri Dalam Negeri No.17/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Serta mengacu surat edaran Bupati Pesbar No.440/1499/V.02/2021 tentang dalam rangka pengendalian penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pesbar. Sehingga ini operasi non yustisi ini harus kembali dimaksimalkan,” katanya.

Dijelaskannya, kegiatan operasi non yustisi yang dilaksanakan itu dengan sasaran di Kecamatan Pesisir Tengah salah satunya dengan mengunjungi dan mengecek Posko Penanganan Covid-19 di Pekon Rawas. Selain itu, juga melakukan kunjungan ke SMAN 1 Pesisir Tengah untuk memberikan sosialisasi kepada guru dan siswa agar dalam melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Team gabungan tersebut meminta dalam pelaksanaan PTM di sekolah tersebut seluruh guru dan siswa untuk mematuhi penerapan protokol kesehatan Covid-19, sehingga diharapkan tidak terjadi adanya klaster baru penyebaran Covid-19 tersebut,” jelasnya.

Masih kata dia, team gabungan saat berkunjung di SMAN 1 Pesisir Tengah tersebut juga langsung melakukan pengecekan ruang belajar siswa dan juga ruang guru. Dari hasil pengecekan tersebut, terutama di ruang kelas belajar masih ditemukan adanya siswa yang tidak memakai masker. Karena itu kedepan diharapkan benar-benar menjadi perhatian sekolah. Sedangkan, saat berkunjung di Pos Covid-19 yang ada di Pekon Rawas tidak ada satupun petugas yang standby, hal itu berdasarkan keterangan Peratin bahwa petugas sedang melaksanakan gotong royong Pekon.

“Kita tetap akan terus memantau dan menghimbau agar Pos Covid-19 tetap aktif di seluruh Pekon se-Pesbar ini. Selain itu juga agar perangkat Pekon juga tetap memberikan contoh kepada masyarakatnya untuk menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (yan/d1n/mlo)


Pos terkait