Tega Aniaya Ayah Kandung Hingga Babak Belur, Seorang Remaja Ditangkap

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang anak warga Lingkungan Pantau, Kelurahan Pasarliwa, Kecamatan Balikbukit Kabupaten Lampung Barat tega menganiaya ayah kandungnya sendiri menggunakan sebatang kayu hingga babak belur.

Penganiayaan itu dilakukan oleh Sunar Abdul Aziz Bin Rahmat (21) terhadap ayah kandungnya yakni Rahmat (41) warga Pekon Padang Cahya Kecamatan Balikbukit.

Bacaan Lainnya

Kapolsek Balikbukit Iptu Arnis Daely mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.Ik, M.H menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada Kamis (1/7) sekira pukul 18.30 WIB, saat korban pulang ke rumah usai bekerja, anak korban yang ketiga yakni Mifta Husada Safitri mengadu kepada korban dan berkata ‘Ayah tadi Saipudin dijemput paksa oleh bang Dandi dan dibawa ke rumah ibu (mantan istri korban) Saipudin tadinya gak mau, tapi diancam mau di lempar batu kalau tidak mau ikut’.

“Saat itu korban sempat menjawab kok seperti itu abang kamu, kemudian saat selesai sholat korban langsung pergi ke rumah mantan istrinya tersebut di Pekon Hanakau Kecamatan Sukau untuk menanyakan kepada anaknya atas nama Dandi tersebut kenapa sampai menjemput paksa adiknya,” terang arnis.

Saat sesampainya di rumah mantan Istrinya itu, lanjut dia, korban mengetuk pintu namun tidak dibuka dan korban beberapa kali memanggil Dandi namun tidak juga di bukakan pintu hingga korban berkata ‘Keluar kamu Dandi selama ini saya diam, kok kayak gini kamu sama adik kamu, kasar banget jangan maksa adik kamu kayak gitu’. Kemudian karena tidak ada jawaban korban mendorong paksa pintu depan hingga terbuka dan saat korban berhasil masuk ternyata Dandi sudah pergi melalui pintu belakang.

“Setelah tidak berhasil menemui Dandi, korban pergi dan pulang ke rumahnya di Pekon Padangcahya. Ketika sampai di rumah, anak korban yang keempat yaitu Okta Fiana meminta untuk diantarkan ke Pekon Hanakau untuk mengambil baju di rumah mantan istrinya tersebut, sehingga korban pun langsung mengantar anaknya tersebut menggunakan motor,” paparnya.

Namun, lanjutnya, saat di tengah perjalanan tepatnya di Pekon Tanjungraya Kecamatan Sukau, tiba-tiba ada yang berteriak kepada korban “Woy sini kamu” sambil mengacungkan sebilah kayu, korban pun terkejut ternyata yang menyukainya adalah anaknya yakni Sunar Abdul Aziz dan Dandi. Saat itu korban berhenti dan memarkirkan sepeda motornya kemudian korban menghampiri dan berkata ’Mau Apa Nak, Mau Bunuh Ayah Apa, kok bawa kayu’ Kemudian korban mempersilahkan anaknya tersebut memukulnya dan ternyata Sunar Abdul Aziz langsung memukul bagian bahu korban hingga korban terjatuh dan terus mendapat pukulan hingga korban mengerang kesakitan sambil memiringkan badan untuk melindungi kepalanya.

“Melihat posisi korban saat itu sudah terjatuh, anaknya ini bukannya berhenti memukuli malah semakin membabi buta memukuli korban hingga akhirnya korban terkapar dan selanjutnya pelaku Sunar Abdul Aziz ini pergi meninggalkan korban,” jelasnya.

Korban mengalami sejumlah luka akibat dianiaya menggunakan sebilah kayu kaso oleh anak kandungnya sendiri

Setelah mengetahui anaknya pergi, korban bergegas menghidupkan sepeda motor dengan membawa anaknya Okta Fiana untuk meminta perlindungan ke kantor polisi, namun dalam perjalan di Pekon Tanjung Raya ternyata pelaku Sunar Abdul Aziz ini kembali mengejar dan mencegat korban dan langsung mengayunkan kayu yang ia pegang kepada korban dan korban meminta anaknya yang di bonceng untuk sama-sama menunduk sehingga terhindar dari pukulan tersebut.

“Kemudian saat memasuki wilayah Umbulseng di Pekon Hanakau tiba tiba sepeda motor yang di kendarai korban mati mendadak dan saat itu pelaku ini masih mengejar korban dari belakang dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion menghampiri korban bersama Dandi Riski, dan korban sempat berkata ’Emang kamu mau bunuh saya’ dan pelaku Sunar Aziz ini menjawab ‘Memang Kamu Mau Saya Matiin’ dan pelaku langsung memukuli wajah korban dengan kayu, dan saat itu korban langsung jatuh terkapar namun korban mendapat pertolongan dari warga,” imbuhnya.

Atas peristiwa itu, korban langsung melapor ke Mapolsek Balikbukit dan tim unit reskrim langsung bergegas melakukan penyelidikan dan sekira pukul 21.30 WIB didapati informasi bahwa pelaku sedang berada di rumah ibunya di Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, dan akhirnya pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti berupa sebilah kayu kaso sepanjang sekitar 75 centimeter serta Satu Unit Sepeda Motor Yamaha Vixion BE 3106 EP.

“Pelaku akan kita proses sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, seperti yang tertuang dalam pasal 351 KUHP poin A tentang Penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,” pungkasnya.(edi/mlo)

Barang bukti sebilah kayu yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban

Pos terkait