Tenaga Ahli Bupati Lambar Dirikan Lapak Kopi Online

  • Whatsapp
Akademisi dan Pengamat Hukum Universitas Lampung, yang juga Tenaga Ahli Bupati Lampung Barat, Dr. Yusdianto, SH, MH.

Medialampung.co.id –  Akademisi dan Pengamat Hukum Universitas Lampung, yang juga tenaga ahli bupati Lampung Barat, Dr. Yusdianto, SH, MH., bersama sejumlah rekannya mendirikan Lapak Kopi Online Beguaijejama.com guna mengadvokasi Pelaku UKM Kopi terdampak Covid 19 di kabupaten setempat.

Beguaijejama.com diharapakan menjadi stimulus terhadap pelaku UKM Kopi di Lambar. Implementasi dari kebijakan New Normal dalam bidang perdagangan Kopi,” ujar Yusdianto.

Dikatakannya, Wabah Pandemi Covid-19 memaksa semua pihak melakukan inovasi dan transformasi agar tetap produktif dan kompetitif dengan tetap mengedepankan Protokoler Kesehatan Covid-19. Melalui lapak kopi online yang didirikan diyakini mampu menjadi solusi, khususnya  bagi pelaku usaha dan petani.

“Ini adalah Transformasi sistem perdagangan dari Offline ke Online. Untuk awal kita fokus ke UKM Kopi di Lambar. Mohon doa dan dukungan, dan jangan lupa beli dan konsumsi produk kopi lokal di Beguaijejama.com,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lambar Tri Umaryani, SP, M.Si., mengungkapkan, ini menjadi salah satu strategi dan menjadi harapan baru bagi UMKM di Lambar untuk memasarkan produk unggulan.

”Mari kita manfaatkan beguaijejama.com untuk memenuhi segara kebutuhan tentang produk-produk UMKM di Lampung Barat,” imbuhnya.

Seperti diketahui, meskipun saat ini di sebagian Lambar panen awal kopi mulai berlangsung, namun harga jual masih jauh dari harapan petani diatas Rp20 ribu/kg.

Bahkan berdasarkan keterangan dari agen kopi di Kecamatan Waytenong Hi Sufrizal, justru sekarang ini harga jual kopi justru turun hanya mampu terjual Rp17 ribu, untuk jenis kopi yang kualitas bagus seperti kadar air. 

“Kita tidak tau penyebab masih lemahnya harga jual kopi, tapi inilah harga yang kami terima dari basis di Bandar Lampung,” ungkapnya.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa harga jual kopi tidak terpengaruh dari nilai tukar mata uang Rupiah dengan Dolar Amerika. Karena jika melihat dari nilai tukar tersebut tentu harga kopi lebih tinggi dari sekarang. 

“Kami juga tidak bisa memprediksi penyebab lembahnya harga jual kopi, apa ada kaitannya terkait pandemi virus corona atau covid-19 atau memang kondisi harga kopi yang masih belum berpihak,” sebutnya.

Namun kata Suprizal diharapkan saat tibanya puncak musim kopi secara menyeluruh di Kabupaten Lambar maka disaat itu harga jual sesuai dengan harapan bersama minimal Rp20 ribu/kg. (nop/mlo)



Pos terkait