Terbukti Bermasalah, Proyek P3-TGAI Terpaksa Dibongkar

  • Whatsapp
Konsultan Kelembagaan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung, Eri Setiyono.

Medialampung.co.id – Pembongkaran proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) bantuan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2020 di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dilakukan karena tidak sesuai spek.

Hal tersebut dibenarkan Konsultan Kelembagaan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung, Eri Setiyono.

“Kami berterimakasih kepada kawan-kawan media yang telah memberikan informasi, dan benar itu kita lalukan pembongkaran ulang karena bangunan tidak sesuai yang seharusnya,” katanya, Senin (20/7).

Sementara Kejaksaan Tinggi (kejati) Lampung mulai melirik dugaan permainan pekerjaan tersebut. Salah satu penyidik di Kejati Lampung mengaku telah mendengar dan mendapat informasi terkait dugaan permainan proyek bantuan dari Kementerian PUPR bernilai miliaran rupiah itu.

“Kami sudah dapat informasi dan akan kami pelajari,” katanya saat dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, diduga ada persekongkolan Tim Pendamping Masyarakat (TPM) bersama Perkumpulan Petani Pakai Air (P3A) Gabungan Petani Pakai Air (GP3A) Tiyuh Margodadi, Kecamatan Tumijajar dalam pelaksanaan program P3-TGAI tahun anggaran 2020 itu.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu program nawacita yang diusung Presiden RI Ir. Joko Widodo guna mendukung Kedaulatan Pangan Nasional di tengah musibah global-Covid-19 melalui Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) di Provinsi Lampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kabupaten Tubaba mendapat 10 titik Kegiatan Bantuan P3-TGAI pembangunan saluran irigasi tersier yang dikerjakan secara swakelola oleh masing-masing masyarakat.

Selain tidak memasang papan informasi, proyek dalam sistem pengerjaan pelaksanaan hanya melibatkan 50 persen tenaga pekerja dari dalam tiyuh setempat.

Terkait itu, BBWSMS menurunkan Yusen Kaesaline, S.E, M.M., selaku penyidik ke lapangan guna menindaklanjuti informasi dimaksud.

”Kami menindaklanjuti informasi yang didapat terkait indikasi pengerjaan bantuan P3-TGAI Tiyuh Margodadi dikerjakan asal-asalan. Kami tim penyidik langsung mendapatkan perintah penugasan dari pimpinan untuk turun ke lokasi melakukan penyelidikan dan pengumpulan barang bukti baik fisik, dan dokumentasi gambar sebagai bahan untuk laporan ke pimpinan,” katanya.

Yusen menambahkan bahwa hasil penyelidakan di lapangan hari ini, berkaitan atas laporan dari konsultan dan melihat pemberitaan viral di media sosial, bahwa pelaksanaan pengerjaan bantuan P3-TGAI diduga bermasalah tentang konstruksi.

”Kegiatan ini dari direktorat sumber daya air yang berfungsi untuk meningkatkan sarana pertanian (irigasi). Kalau semua yang ada di Tubaba ini, jumlah kegitannya saya kurang paham karena saya hanya mengawal yang bermasalah. Misalkan dalam 10 pekerjaan ada dua yang bermasalah, maka saya melakukan pengawasan di dua kegiatan itu, seperti di Tiyuh Margodadi dikerjakan asal-asalan dan Tiyuh Sumberrejo informasi yang kita dapat ada potongan 5 persen, itu akan kita telusuri,” imbuhnya. (ded/mlo)



Pos terkait