Terbukti, Lahan Pekarangan Mampu Wujudkan Program Pangan Mandiri

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Upaya Pemerintah Pekon Kenali yang dimotori oleh Pemerintah Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat untuk mewujudkan program pangan mandiri (PM) di masa pandemi Covid-19 terbukti berhasil.

Dengan memanfaatkan lahan kosong di halaman balai pekon setempat menjadi kebun kolektif, kini sejumlah komoditas tanaman pangan mulai memasuki masa panen seperti yang dilaksanakan Camat Belalau Sri Handayani, S.H, Sekcam Belalau Romuzi, S.Ip, Peratin kenali Rustam, serta sejumlah aparat pekon setempat.

Bacaan Lainnya



Camat Belalau Sri Handayani, S.H, mengatakan, Untuk mendukung program pangan mandiri, pihaknya bersama pemerintah pekon kenali memanfaatkan lahan pekarangan kosong untuk ditanami komoditas tanaman pangan seperti umbi-umbian, serta beberapa jenis tanaman lainnya. 

“Saat ini kita sudah dapat merasakan manfaatnya, berkat upaya bersama hari kita panen mantang yang menjadi salah satu komoditi  tanaman pangan, hasilnya lumayan bisa mencapai 200 kilogram dan hasilnya akan kita bagikan ke masyarakat di lingkungan sekitar,” kata Sri.

Kegiatan ini, lanjutnya diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat agar dapat turut serta lahan pekarangan yang kosong untuk ditanami komoditas tanaman palawija atau umbi-umbian termasuk tanaman obat keluarga.

“Karena dengan begitu seperti harapan pak bupati setidaknya kebutuhan yang tadinya harus beli dapat dihasilkan sendiri,” harapnya. 

Lebih lanjut ia menerangkan, bahwa di Lampung Barat tak terkecuali di Kecamatan Belalau memiliki tingkat kesuburan tanah yang baik, sehingga sangat cocok untuk bercocok tanam terlebih di tengah kondisi sulitnya ekonomi akibat wabah Virus Corona atau Covid-19.

“Kami berharap masyarakat dapat memiliki inovasi termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan hidup, salah satunya melalui program yang telah diluncurkan oleh pemerintah yaitu pangan mandiri ini,” imbuhnya.

Sementara, Peratin Kenali Rustam menambahkan bahwa pihaknya berharap upaya ini itu dapat memotivasi masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman umbi-umbian dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari atau selingan makanan pokok seperti nasi dapat diganti ubi atau mantang.

“Tentu harapan kami kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah pekon akan tetapi bisa diterapkan juga oleh masyarakat dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk bercocok tanam dengan menyesuaikan medianya, mulai dari polybag, pot atau barang bekas di lingkungan masing-masing, sehingga tidak semua kebutuhan sehari-hari harus membeli,” kata dia.

Terlebih, kata dia, lingkungan setempat pihaknya melihat masih banyak lahan pekarangan yang kosong sehingga dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam.(edi/mlo)



Pos terkait