Terjangkit DBD di Lambar 87 Kasus, Terbanyak di Lima Kecamatan 

  • Whatsapp
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lambar Ira Permata Sari, S.Farm.Apt.

Medialampung.co.id – Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) seolah membuat kita lupa terkait dengan Bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Padahal tahun 2020 merupakan siklus lima tahunan DBD, yang diyakini kasus terjangkit akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Lambar Per Agustus 2020 DBD di Lambar tercatat sebanyak 87 kasus, dengan pasien meninggal dunia sebanyak satu orang. DBD menjadi salah satu penyakit berbahaya karena ditularkan dari nyamuk Aedes Aegypti. 

Bacaan Lainnya



Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ira Permata Sari, S.Farm. Apt., mendampingi Kadinkes Lambar Paijo, SKM, M. Kes., mengungkapkan, untuk kasus DBD per Agustus dengan jumlah 87 kasus paling banyak ditemukan di lima kecamatan, yakni Kecamatan Balikbukit 29 kasus, Sumberjaya 15 Kasus, sukau sembilan kasus, Waytenong delapan kasus, dan Sekincau lima kasus. 

“Untuk kasus meninggal dunia itu di bawah Puskesmas Liwa (Balikbukit) dengan jumlah satu orang pada bulan Februari lalu, ” ujar Ira ditemui di ruang kerjanya Rabu (30/9). 

Dijelaskannya, tahun ini diyakini ada peningkatan kasus DBD, karena tahun 2020 adalah Siklus lima tahunan DBD. Kasus tahun 2019 secara keseluruhan adalah 95 kasus, sedangkan ini di bulan agustus sudah 87 kasus.

“Artinya baru semester satu atau pertengahan tahun kasus sudah meningkat, untuk data bulan September masih direkap dan belum diketahui,” beber Ira. 

Lebih lanjut dikatakannya, cara terbaik mencegah DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M plus, yaitu menguras, menutup, mengubur. Sehingga, kata dia, perkembangan nyamuk Aedes Aegypti bisa dikendalikan dari mulai jentik.

Fogging bukanlah bukanlah cara tepat untuk membasmi nyamuk tersebut. Karena fogging kan hanya mematikan nyamuk dewasanya saja, jentik yang berada di genangan air bersih tidak akan mati, dan untuk fogging itu ada kriterianya. 

Ia menjelaskan, nyamuk dewasa masa umur hidupnya dua hingga tiga bulan saja, namun setiap dua hari bertelur. Sebelum bertelur, nyamuk betina harus menghisap darah manusia. Maka dalam masa itu bisa membuat seseorang terkena DBD kemudian menularkannya kepada orang lain lewat gigitan.

“Jadi jika ada yang terkena DBD di suatu wilayah belum tentu nyamuknya dari rumah. Bisa jadi dari luar rumah seperti sekolah, atau tempat main,” tuturnya seraya menambahkan pihaknya menyarankan setiap rumah memiliki Juru Pemantau Jentik (Jumantik). (nop/mlo)



Pos terkait