Terkait BST Kemensos di Kota Bandarlampung, Begini Penjelasan Tole Dailami

  • Whatsapp
Kepala Dinas Sosial Kota Bandarlampung Tole Dailami

Medialampung.co.id – Kepala Dinas Sosial Kota Bandarlampung Tole Dailami memberikan penjelasan terkait mekanisme penetapan penerima manfaat dan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Tole mengatakan, penyaluran BST Kemensos dilakukan melalui kantor pos dan Bank, tidak langsung diberikan kepada penerima yang sudah terdaftar guna menghindari penyebaran Covid-19.

Bacaan Lainnya



“Kemarin kita mendapat informasi dari kantor pos ada sekitar 20 ribu yang sudah disalurkan, sedang dari pemkot mengusulkan kuota 28 ribuan, ada beberapa yang tidak diterima dari Kementerian Sosial, jadi kemarin yang di sah kan oleh Kemensos hanya 26 ribu saja,” imbuhnya.

Sedangkan, lanjutnya, mekanisme penetapan penerimanya berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Data itu dari Kemensos langsung ada sekitar 13 ribuan data, namun menurutnya data dari Kemensos masih banyak yang tidak valid karena masih memakai Sosial Next Generation (SIKS-NG).

“Namun demikian, data tersebut kita seleksi lagi, apakah data dari Kemensos ini sudah valid atau belum karena bisa jadi kita akan mengirim data baru,” katanya.

Diakui Tole, masih ada di antara data tersebut yang tidak tepat sasaran, misalnya ada data ganda   dan ada yang suami istri dapat semua, kemudian anak berumur 2 tahun, ada juga data yang alamatnya tidak ditemukan serta data yang tidak tercatat dari Disdukcapil.

“Nah, ini yang menjadi problem dinas sosial, karena kita sendiri sudah memberikan data baru ke Kemensos RI,” tegasnya.

Pihak Pemkot melalui dinas sosial kota Bandarlampung, mengirim kembali data yang usulan dari kelurahan dan kecamatan kemudian diusulkan kembali ke Kemensos agar ada pembaruan data masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Kalau ada yang dari PKH dan BNPT itu mereka seharusnya tidak  mendapat Bantuan Sosial Tunai dari Pemerintah Pusat, bantuan ini hanya untuk mereka di luar PKH, sedangkan data raskin itu sudah lama di hapus jadi tidak ada lagi yang mengatakan itu masih memakai data raskin,” pungkasnya.(*/mlo)



Pos terkait