Terkait Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, Dinkes Pesbar Masih Koordinasi ke Pusat

  • Whatsapp
Kepala Dinas Kesehatan Pesbar Tedi Zadmiko, S.Km., S.H, M.M.

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), kini masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pelaksanaan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kabupaten setempat.

Kadiskes Pesbar Tedi Zadmiko, S.Km., mengatakan, meski vaksin sinovac Covid-19 telah diterima, pihaknya belum dapat langsung menggunakan vaksin itu sebelum ada instruksi dari pemerintah pusat yang dalam hal ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Bacaan Lainnya

“Vaksin memang sudah kita terima dari Dinkes Provinsi Lampung, namun vaksin itu tidak bisa kita gunakan begitu saja sebelum ada instruksi dari pusat sekarang masih kita koordinasikan,” kata dia.

Dijelaskannya, berdasarkan surat yang disampaikan Kemenkes, vaksin tersebut baru bisa kita gunakan pada awal februari mendatang, namun pihaknya mengupayakan agar vaksin tersebut bisa segera digunakan pada sasaran penerima vaksin pertama.

“Karena berbagai pertimbangan dilapangan, terutama terkait jaringan listrik yang tidak stabil maka kita mengupayakan agar vaksin itu bisa segera digunakan pada calon penerima vaksin gelombang pertama tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, vaksin itu harus disimpan dalam suhu yang stabil berkisar di angka dua hingga delapan derajat celcius, karena kondisi listrik yang tidak stabil dikhawatirkan suhu vaksin akan terganggu sehingga pemanfaatannya nanti tidak maksimal.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan izin dalam penggunaan vaksin itu, sehingga pada kamis atau jumat kita sudah bisa menggunakan vaksin itu pada calon penerima yang terdiri dari tenaga kesehatan dan pejabat publik,” terangnya.

Ditambahkannya, jumlah vaksin yang diterima mencapai 1.440 dosis, jumlah itu akan diberikan kepada 699 tenaga kesehatan dan 10 orang pejabat publik, sedangkan sisanya sebagai cadangan jika nantinya ada penambahan calon penerima.

“Masing-masing calon penerima vaksin akan mendapatkan dua dosis dengan penyuntikan bertahap, artinya akan ada dua kali pemberian vaksin pada tenaga kesehatan dan pejabat publik itu,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)


Pos terkait