Terkait Plang, Pelaksana Sebut Sesuai Aturan di Proyek Multiyears 

  • Whatsapp
Manager Lapangan Wagiyanto

Medialampung.co.id – Pertanyaan terkait pengerjaan kegiatan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah senilai Rp24,271 Miliar untuk 20 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Lampung Barat (Lambar) yang saat ini tengah dikerjakan mendapatkan penjelasan dari Manajer Lapangan Wagiyanto

Ia menyebutkan proyek APBN itu merupakan satu paket kegiatan multiyears. Sehingga jika papan plang yang terpasang di setiap titik tertera dana keseluruhan karena memang tidak ada hitungan tertentu melainkan dihitung secara global untuk 20 SD yang mendapatkan kucuran dana tersebut.

Bacaan Lainnya



“Apa yang dibangun atau  dikerjakan sesuai tingkat kerusakan yang terjadi. Dan di lapangan banyak kegiatan yang kami temukan tidak sama dengan usulan perbaikan. Seperti dalam usulan rehab ringan saat pelaksanaan ternyata rehab berat dan untuk menyiasatinya terpaksa menggunakan dana dari bangunan lain, yang dalam laporan rusak parah tapi justru rusak ringan,” katanya.

Artinya kata dia tidak semua yang diusulkan dikerjakan dan ada yang tidak diusulkan, Namun layak dikerjakan, sehingga kegiatan ini merupakan program nasional.

Pihaknya juga menjelaskan pekerja yang diberdayakan 60 peren lokal,40 persen dari luar dengan upah sesuai standar kabupaten, dan pengadaan bahan material untuk kayu dan pasir memberdayakan warga lokal yang bergerak di usaha tersebut.

“Mengenai peralatan keselamatan kerja, memang sudah kami sediakan tapi kebanyakan pekerja enggan menggunakan seperti helm,” kata dia.

Sementara jika dikalkulasi secara kasat mata merata dari jumlah dana yang digunakan kemudian disandingkan dengan jumlah SD yang dibangun atau direnovasi, rata-rata setiap Satu titik menghabiskan dana sebesar Rp1,2 miliar. 

Dan 20 SD yang direnovasi tersebut yakni, SDN 3 Hanakau, SDN 1 Padangtambak, SDN 2 Tugusari, SDN 4 Liwa, SDN 2 Sukananti, SDN 2 Gihamsuka Maju, SDN 2 Sukaraja, SDN 3 Padangtambak,  SDN 2 Mekarjaya, SDN 1 Purajaya, SDN 2 Sukapura, SDN Tembelang, SDN 2 Bakhu, SdN 2 Kenali, dan SDN 3 Bandingagung. (rin/mlo)



Pos terkait