Terkendala Kesiapan Lahan, Usulan Pembangunan SD Batal

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Harapan masyarakat Pekon Sumberrejo, Kecamatan Batuketulis, Kabupaten Lampung Barat untuk mendekatkan akses pendidikan berupa Sekolah Dasar (SD) di wilayah itu nampaknya belum dapat terealisasi.

Pasalnya, setelah usulan pembangunan SD yang diajukan mendapat tanggapan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lambar, kini pemerintah pekon tengah kesulitan untuk memenuhi ketersediaan lahan.

Bacaan Lainnya



“Harapan kami untuk sementara dibangunkan satu lokal saja, tapi dari Disdik mengharuskan beberapa lokal, tapi kita tidak ada lahan sehingga sejauh ini belum ada tindaklanjut,” terang Peratin Sumberrejo, Karyono.

Sebetulnya, kata dia, untuk ketersediaan lahan cukup banyak hanya saja pihaknya tidak memiliki anggaran khusus untuk mendukung berdirinya pendidikan dasar di wilayah setempat.

“Kalau lahan banyak, tapi anggaran yang tidak ada, harapan kami untuk sementara pemerintah bersedia membangun satu lokal atau sekolah satu atap mengingat untuk menempuh pendidikan sekolah dasar banyak anak-anak harus keluar wilayah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, selain untuk memenuhi kewajiban belajar, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di wilayah setempat sangat tinggi, sementara untuk mewujudkan keinginan itu, warga harus menempuh jarak yang cukup jauh karena saat ini keberadaan SD yang ada cukup jauh dan harus menempuh medan yang sulit.

“Disini cuma ada satu SD, itu juga di wilayah Pekon Atarbawang yang jaraknya mencapai puluhan kilometer, belum lagi aksesnya sulit ditempuh karena sebagian medan jalan  masih tanah,” ungkap Karyono.

Menurutnya, meskipun nantinya hanya terealisasi sederhana, namun keberadaan sekolah dasar itu sangat di harapkan untuk mewujudkan keinginan anak-anak bersekolah. Bahkan, dengan banyaknya minat anak yang ingin bersekolah, masyarakat siap menyamakan suara untuk membangun sekolah.

“Keinginan masyarakat ini-lah yang menjadi dasar kami untuk mengajukan pembangunan sekolah. Saat ini ada  sekitar 20 anak yang masih bersekolah di SD Atarbawang dengan menempuh jarak dan medan yang sulit, jadi saya selaku peratin hanya mendukung keinginan masyarakat,” imbuhnya. (edi/mlo)



Pos terkait