Terlibat Korupsi Dana Desa, Oknum Sekdes Kutawaringin Masuk Bui

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Oknum Sekretaris Pekon/Desa (Sekdes), Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu SW (37) ditahan Penyidik Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pringsewu, Selasa (22/12). 

SW diduga terlibat dalam dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Pekon Kutawaringin Kecamatan Adiluwih kabupaten Pringsewu TA 2019 bersama dengan oknum kepala Pekon Kutawaringin BS (57) yang saat ini kasusnya tengah di sidang.

Bacaan Lainnya

Modus tersangka SW yakni membantu kepala Pekon dalam membuat Laporan SPJ dana desa TA 2019 tidak sesuai fakta yang ada.

“Dalam Laporan SPJ tersangka SW membuat sebagian nota fiktif dan juga memalsukan tanda tangan pemilik toko serta beberapa tanda tangan tukang,” terang Kasat Reskrim AKP Sahril Paison, SH., MH, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK.

Tujuan tersangka membuat laporan fiktif agar kepala pekon BS selaku Kuasa Pemegang Anggaran mendapatkan keuntungan.

“Kepala pekon BS mendapatkan keuntungan hingga Rp 389,5 juta sementara SW ini mendapatkan bagian sebesar Rp 30 juta,” bebernya.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut lanjut AKP Sahril Paison, tersangka SW diancam dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Subsider Pasal 9 UU RI No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI No.20/2001 tentang perubahan atas UU RI No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 atau Pasal 56 Ke-1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 1 M lebih.

Untuk diketahui selain menyandang status tersangka, oknum Kepala Pekon Kutawaringin kecamatan Adiluiwih Kabupaten Pringsewu B S(57) juga harus menghuni sel Mapolres Pringsewu. Ini menyusul dugaan penyalahgunaan dana desa (ADD) TA 2019 sebesar Rp 389,5 juta berdasar penyidikan Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Pringsewu.

Kasat Reskrim Polres Pringsewu AKP Sahril Paison, SH., MH., mewakili kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, SIK., mengatakan penahanan oknum kepala pekon tersebut menyusul adanya dugaan kerugian Negara dalam pengelolaannya.

“Berdasarkan investigasi ada dugaan kerugian Rp 389.545,224 dari dana APBN. Harusnya dana untuk pembangunan desa,” terangnya.

AKP Sahril Paison menambahkan, oknum kepala pekon tersebut sejak Senin (2/11) telah menjalani penahanan.

“Keterangan tersangka bahwa uang hasil korupsi sudah habis dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.(sag/mlo)


Pos terkait