Tersangka Komplotan Curanmor di Tempat Ibadah Diringkus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat harus tetap waspada, meskipun saat sedang beribadah. 

Pasalnya, pencuri mulai banyak mengincar kendaraan jamaah yang sedang menunaikan ibadah shalat.

Bacaan Lainnya




Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Edi Qorinas mewakili Kapolres AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan pihaknya mendapat laporan curanmor di Musala An-Nur, Kampung Putralempuyang, Kecamatan Waypengubuan, dengan No. LP/148-B/I/2021/Res Lt/Polda LPG Tanggal 20 Januari 2019.

“Korbannya Sugeng Riyadi (45), warga Kampung Putralempuyang, Kecamatan Waypengubuan. Motor Honda BeAT BE 3083 LY hilang ketika korban sedang shalat,” katanya.

Kronologis kejadian, kata Qorinas, korban salat magrib berjamaah di Mushola An-Nur, Rabu (30/1/2019) sekitar pukul 18.30 WIB.

“Selesai salat, kakak korban berteriak bahwa motor hilang. Korban keluar dari musala memastikan, ternyata motornya memang sudah tak ada di parkiran,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan ini, kata Qorinas, dilakukan proses penyelidikan dan diketahui pelakunya. “Pada Senin (22/2), kita mendapat informasi tersangka ada di rumahnya. Kita langsung bergerak cepat menangkap tersangka Doni (20), warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusannunyai. Kita interogasi ternyata tersangka beraksi tidak seorang diri. Kita pun menangkap rekan tersangka yakni Nobi (22), warga Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusannunyai,” ujarnya.

Tiga rekan komplotan curanmor ini, kata Qorinas, sudah ditangkap terlebih dahulu. “Tiga tersangka komplotan curanmor ini sudah ditangkap terlebih dahulu. Yakni Ahmad Boyani, Sarwan, dan namanya juga Doni. Ketiganya juga warga Kampung Gunungagung. Ada satu DPO yang juga komplotan ini masih kita kejar. Identitasnya sudah diketahui. Barang bukti yang diamankan motor Honda BeAT BE 3083 LY,” ungkapnya.

Dua tersangka yang sudah ditangkap, kata Qorinas, dijerat dengan Pasal 363 KUHP. “Tersangka terancam hukuman tujuh tahun penjara,” tegasnya. (sya/mlo)


Pos terkait