Terserang Hama Wereng, Puluhan Hektare Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Puluhan hektare tanaman padi sawah warga di Pekon Bumi Ratu Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), terancam gagal panen. Pasalnya, hingga kini petani setempat kesulitan mengendalikan hama wereng coklat yang menyerang tanaman padi.

Peratin Pekon Bumi Ratu, Zaini Firdaus, mengatakan masyarakat khususnya petani setempat sudah sangat kewalahan mengendalikan serangan hama wereng coklat, sehingga kini banyak tanaman padi yang menguning di semua bagian tanaman dan mati. 

Bacaan Lainnya



“Petani disini sudah berupaya untuk mengendalikan serangan hama wereng coklat pada tanaman padi, tapi belum maksimal,” katanya, Minggu (23/8).

Dijelaskannya, di Pekon Bumi Ratu diperkirakan terdapat sekitar 50 hektare lahan tanaman padi, dengan umur tanaman berkisar 40 sampai 60 hari. Sebagian besar rata-rata tanaman padi itu terserang hama wereng coklat.

Seperti yang terjadi di lahan sawah milik Zainal Abidin, sekitar lima hektare tanaman padi terserang hama wereng coklat, bahkan tanaman padinya sudah banyak yang mati.

“Untuk itu kita berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan dan membantu mengendalikan hama wereng coklat ini, karena  kondisi ini sangat mengancam tanaman padi dan dikhawatirkan akan gagal panen,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan, Gunawan, S.P., mendampingi kepala Dinas Pertanian (Distan) setempat, Ir.M.Aziz, mengakui hingga kini sudah banyak tanaman padi di sejumlah wilayah di Kabupaten Pesbar yang terserang hama wereng batang coklat atau wereng coklat. Bahkan, sebelumnya Distan Pesbar juga telah turun kelapangan untuk melakukan penyuluhan dan pemberian bantuan stimulan insektisida kepada petani.

Ditambahkannya, ada beberapa lokasi lahan sawah yang tanaman padinya terserang hama wereng batang coklat tersebut, antara lain di Pekon Mulang Maya, Raja Basa, Pardasuka, Sukarame dan Sukamaju Kecamatan Ngaras.

Kemudian, pekon Pelita Jaya, Sumur Jaya, Ulok Manik, Tanjung Setia dan Marang Kecamatan Pesisir Selatan. Selanjutnya, pekon Way Haru dan Bandar Dalam Kecamatan Bangkunat, serta Pekon Mon, Sumber Agung, Sukanegara dan Bumi Ratu Kecamatan Ngambur.

“Di beberapa wilayah itu sudah dilakukan penyuluhan dan pemberian stimulan insektisida seperti di wilayah Bangkunat, Ngaras maupun Ngambur dan wilayah lainnya,” katanya.

Sedangkan, kata dia, untuk di Pekon Bumi Ratu akan ditindaklanjuti oleh petugas penyuluh Kecamatan setempat, untuk dilakukan penyuluhan sekaligus pemberian bantuan insektisida dalam rangka pengendalian hama wereng batang coklat tersebut.

“Mudah-mudahan bisa segera ditanggulangi, sebab di beberapa wilayah yang terserang hama wereng batang coklat di Pesbar ini  sudah ada tanaman padi yang gagal panen,” jelasnya.

Dikatakannya, rata-rata tanaman padi yang gagal panen atau puso akibat serangan hama wereng coklat itu dikarenakan dampak dari penyemprotan insektisida yang dilakukan oleh petani itu tidak sesuai anjuran, artinya petani melakukan penyemprotan dengan jenis insektisida untuk ulat grayak bukan untuk hama wereng batang coklat, sehingga menimbulkan peledakan populasi hama wereng batang coklat tersebut.

“Kita mengimbau petani dalam melakukan penyemprotan insektisida untuk pengendalian hama wereng batang coklat itu sesuai dengan peruntukan ataupun anjuran yang ada, seperti insektisida yang berbahan aktif Imidakloprid, Fipronil, BPMC, dan Buprofezin,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait