Tertangkap Curi HP, Motor Pelaku Dibakar Massa

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Sial bagi Agung Setia Budi (52), warga Perumahan Puri Sejahtera, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Mencuri HP Oppo A15 milik korban Rahmat Hidayat (34), warga Kampung Sidowaras, Kecamatan Bumiratunuban, Lampung Tengah, motor Yamaha Airok N-Max warna biru miliknya dibakar massa saat tertangkap.

Kapolsek Gunungsugih Iptu Widodo Rahayu mewakili Kapolres Lamteng AKBP Popon Ardianto Sunggoro menyatakan tersangka Agung Setia Budi ini masuk ke rumah korban Rahmat Hidayat, Jumat (19/3) sekitar pukul 10.30 WIB.

Bacaan Lainnya


“Tersangka masuk ke rumah korban yang kebetulan pintu rumah terbuka. Korban sedang tidur di ruang keluarga depan TV. Tersangka mengambil HP Oppo A15 milik korban. Lalu pergi naik motornya,” katanya.

Seketika, kata Widodo, korban terbangun melihat HP-nya hilang. “Korban mengejar tersangka bersama warga lainnya ke arah Kecamatan Trimurjo. Tepat di Dusun 3, Kampung Untoro, Kecamatan Trimurjo, tersangka berhasil ditangkap dengan barang bukti HP milik korban,” ujarnya.

Massa yang kesal, kata Widodo, melampiaskan kemarahan dengan membakar motor Yamaha Airok N-max warna biru milik tersangka. “Massa kesal, motor tersangka dibakar warga. Anggota Polsek Gununsugih dan Polsubsek Bumiratunuban hanya berhasil mengamankan tersangka dari amukan massa. Tersangka dibawa ke Mapolsek Gunungsugih guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, kata Widodo, tersangka mencuri dengan modus pura-pura bertamu. “Modusnya pura-pura bertamu ketika pintu rumah korban terbuka. Pura-pura mengetuk pintu, 

memberikan salam, atau memanggil panggilan  pemilik rumah Lek, Om, Pakde, atau Mbah. Jika tak ada jawaban, tersangka masuk rumah mengambil barang-barang dalam rumah yang mudah dibawa,” katanya.

Dengan kejadian ini, Widodo, berpesan kepada masyarakat agar jangan main hakim sendiri. “Saya imbau masyarakat jangan anarkis main hakim sendiri yang bisa menimbulkan masalah baru. Masyarakat juga harus waspada dengan modus aksi kejahatan,” tegasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Widodo, tersangka dijerat dengan Pasal 362 KUHP. “Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara,” ungkapnya. (sya/mlo)




Pos terkait