Tewas Usai Minum Obat Kuat, Barang-Barangnya Malah Disikat Teman Kencan

  • Whatsapp

Midialampung.co.id – Para tersangka pencurian memang tidak mengenal kondisi dan waktu, selagi masih ada kesempatan mereka akan beraksi. 

Kasus pencurian yang terjadi kali ini cukup miris, dimana pelaku menggasak barang barang milik korbannya yang telah meninggal dunia.

Bacaan Lainnya


Kapolres Lampura, AKBP Bambang Yudho melalui Kapolsek Bukit Kemuning AKP Tatang Maulana, mengatakan, pihaknya menerima laporan kasus pencurian pada Senin (21/12), dari korbannya Sutartik (58) warga Desa Gunung Betuah Kecamatan Abung Barat Lampura.

Hal tersebut, tertuang pada Laporan Polisi Nomor : LP/210/B/XII/2020/Polda Lpg/Res Lamut/Polsek Bukit. Kemuning Tanggal 21 Desember 2020.

Kapolsek menerangkan,  peristiwa tersebut terjadi pada bulan lalu tepatnya hari Rabu tanggal 18 November 2020 sekira pukul 09.00 WIB di salah satu penginapan Desa Sidodadi Kelurahan Bukit Kemuning, Lampura. 

Bermula dari seorang wanita inisial ST (DPO), rekan tersangka. Saat itu, keluar dari salah satu kamar penginapan Nomor 04 bertemu dengan tersangka berinisial RH (28) warga Desa Sinarjaya Kecamatan Tanjung Raja Lampura, yang kebetulan berada duduk di parkiran area penginapan.

ST menghampiri RH sambil memberitahu bahwa teman kencannya tidak bernafas setelah minum obat kuat. 

Lalu RH bersama ST masuk ke kamar memeriksa nadi lengan korban dan dirasakan tidak ada denyutan lagi (meninggal dunia, Red).

Kemudian tersangka RH mengambil barang barang milik korban berupa dompet berisi uang tunai sebesar Rp 3 juta, HP dan Kunci Kontak berikut sepeda motor Honda Revo.

Setelah itu tersangka RH membawa ST, meninggalkan korban menuju arah Desa Ogan Lima Kecamatan Abung Barat.

“Tiba di Desa Ogan lima tersangka RH memberi ST uang sebesar Rp500.000 dan langsung pergi,” ujar Kapolsek.

Melalui serangkaian penyelidikan, diperoleh informasi bahwa tersangka RH telah berada di Desa Sinar Jaya yang sebelumnya sempat melarikan diri ke Tangerang, Tim Opsnal Polsek langsung bergerak ke sasaran.

Selasa (22/12) sekitar pukul 23.00 WIB tersangka berhasil ditangkap berikut barang bukti satu unit sepeda motor Honda Revo milik korban, yang saat itu sepeda motornya telah di modifikasi.

Oleh anggota, lanjut AKP Tatang, langsung digiring menuju Kantor Polsek Bukit Kemuning, guna dilakukan pendalaman penyidikan.

“Jadi satu orang lainnya, saat ini masih dalam pengejaran polisi. Kita juga sudah tetapkan sebagai DPO. sementara tersangka berikut barang bukti masih di Polsek Bukitkemuning,” tegasnya. 

Sementara, terhadap tersangka dapat dijerat melanggar Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

“Untuk hukumannya sendiri terancam selama 5 tahun penjara,” pungkasnya (adk/ozy/mlo)




Pos terkait