Tidak Patuhi Prokes, 240 Warga di Pesbar Dapat Teguran Lisan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Meski pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum berakhir, tapi hingga kini masih banyak masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) yang mengabaikan dan tidak mematuhi protokol kesehatan (Prokes) seperti memakai masker ketika beraktifitas keluar rumah, sesuai anjuran Pemerintah dalam upaya pencegahan penularan wabah Covid-19.

Hal itu terlihat dari banyaknya jumlah masyarakat yang melanggar prokes Covid-19 saat kegiatan operasi Non Yustisi yang dipusatkan di bundaran tugu tuhuk jalan lintas barat (jalinbar) Kecamatan Pesisir Tengah, Minggu (25/7), oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Pesbar, gabungan dari personel Satpol PP-Damkar Pesbar, personel Koramil 422-03/Pesisir Tengah, dan personel Polsek Pesisir Tengah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan operasi Non Yustisi penggunaan masker/protokol kesehatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dengan sasaran pengendara, pegawai swasta, dan masyarakat, itu dihadiri Plt. Kepala Satpol PP-Damkar Pesbar Cahyadi Moeis, Danramil 422-03/Pesisir Tengah Kapten Inf. Asyadi, Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Muhidin yang diwakili oleh Panit I Intelkam Ipda Hermanto, serta seluruh personel Satpol PP, Koramil dan Polsek Pesisir Tengah.

Dalam kesempatan itu, Plt. Kasatpol PP-Damkar Pesbar, Cahyadi Moeis, mengatakan bahwa operasi non yustisi yang merupakan operasi gabungan itu sebagai upaya untuk memberikan himbauan kepada para pengendara, dan masyarakat, untuk tidak berkerumun. Selain itu, disaat berkendara di jalan lingkungan dan jalan raya agar pengendara selalu memakai masker.

“Begitu juga dengan masyarakat tetap diimbau untuk memakai masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19,” katanya.

Masih kata dia, pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang, pengunjung, pengendara, maupun masyarakat umum lainnya juga tetap menjaga pola hidup sehat dan tetap mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan wabah Covid-19. Dalam kegiatan ini juga sekaligus memberikan masker gratis sebanyak 500 Pcs kepada masyarakat maupun pengendara yang tidak memakai masker. Selain membagikan masker gratis, bagi pelanggar prokes juga diberikan teguran lisan dan imbauan, serta tindakan berupa push up.

“Secara keseluruhan dari hasil operasi non yustisi tersebut sebanyak 240 mendapat teguran lisan, termasuk 40 orang dengan tindakan Push Up karena dinilai melanggar prokes Covid-19 dengan tidak memakai masker,” jelasnya.

Sementara itu, Danramil 422-03/Pesisir Tengah Kapten Inf. Asyadi, mengatakan dari hasil kegiatan operasi non yustisi itu masih banyak masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan, salah satunya memakai masker saat beraktifitas keluar rumah. Sehingga, kondisi itu harus benar-benar menjadi perhatian bersama, dengan harapan kedepan masyarakat dapat mematuhi prokes dengan penerapan yang ketat.

“Pandemi Covid-19 saat ini belum berakhir, sehingga sangat dibutuhkan peran serta semua pihak dalam memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 itu, salah satunya masyarakat agar dapat patuh terhadap prokes seperti memakai masker ketika keluar rumah,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait