Tiga Calon Bupati Pesbar Beradu Visi dan Misi

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tiga calon bupati Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) pada Pilkada serentak 2020 yakni calon nomor urut satu Pieter, calon nomor urut dua Aria Lukita Budiwan dan calon nomor urut tiga Agus Istiqlal, mengikuti debat publik tahap pertama yang berlangsung di GSG Selalaw Kecamatan Pesisir Tengah, Rabu (18/11) malam kemarin.

Hadir Ketua KPU Pesbar, Marlini beserta komisioner KPU, perwakilan Bawaslu Pesbar,  calon wakil bupati nomor urut satu Fahrurrazi, calon wakil bupati calon nomor urut tiga A. Zulqoini Syarif, sedangkan untuk calon wakil bupati nomor urut dua Erlina tidak hadir dalam debat publik tahap pertama tersebut.

Bacaan Lainnya


Dalam pelaksanaan debat publik yang dipandu moderator Juwendra Asdiyansah, S.E., tersebut dengan mengusung tema meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan masyarakat dan memajukan serta menyelesaikan persoalan daerah.

Dalam segmen pertama semua calon bupati menyampaikan visi misi pasangan calon (Paslon), seperti calon bupati Pieter menyampaikan visi untuk kesejahteraan nelayan dan sebagainya, sedangkan calon bupati Aria Lukita Budiwan menyampaikan visi untuk mewujudkan bidang pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan lainnya, kemudian calon bupati Agus Istiqlal menyampaikan visi terwujudnya Pesbar yang amanah maju dan sejahtera dengan misi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kemudian, dalam segmen berikutnya Agus Istiqlal menjawab pertanyaan moderator terkait sorotan Ombudsman pada sektor perizinan di Kabupaten Pesbar.

Agus Istiqlal mengatakan, di masa kepemimpinannya mengurus perizinan semua gratis, bahkan menurutnya perizinan di Pesbar merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia.

“Kalau kita bicara masalah perizinan sekarang nggak ada masalah. Yang melanggar izin ini yang susah kita tertibkan,” katanya.

Sementara itu, calon bupati nomor urut satu Pieter saat menjawab pertanyaan moderator terkait persekongkolan dalam proses barang dan jasa jika terjadi di Pesbar.

Pieter mengatakan bahwa dalam mengatasi persoalan itu harus ada penegakan hukum dan juga meningkatkan pengawasan sehingga tidak terulang kembali.

Sedangkan, calon bupati Aria Lukita, menjawab pertanyaan moderator terkait upaya konkrit untuk mengatasi masalah ketersediaan energi listrik yang terbatas, bahwa di Kabupaten Pesbar ini tentu ada sumber energi listrik PLN dari jalur Lampung Barat dan Kabupaten Tanggamus.

Namun di Pesbar saat ini masih kekurangan Gardu Induk (GI), kedepan tentu pihaknya akan berupaya untuk mendorong ada GI, serta memaksimalkan potensi yang ada di Pesbar untuk memaksimalkan energi listrik tersebut.

Dalam sesi tanya jawab calon bupati Pieter mempertanyakan ke calon bupati Aria Lukita Budiwan terkait bagaimana untuk menghapus gelar terkorup di Kabupaten Pesbar.

Dalam kesempatan itu Aria Lukita Budiwan menjawab, terkait itu tentu berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan harus diperbaiki akhlaknya juga, selain itu sistem yang ada tentu harus di rubah.

“Jika SDM, sistemnya baik tentu akan memajukan Pesbar,” kata Aria.

Sementara, calon Aria lukita mempertanyakan kepada calon bupati Agus Istiqlal mengenai status Kabupaten Pesbar yang saat ini masih masuk sebagai Kabupaten tertinggal, sedangkan Kabupaten Pangandaran yang sama-sama mekar itu tidak masuk daerah tertinggal. 

Dalam kesempatan itu Agus Istiqlal, menjawab bahwa secara insentif Pesbar bukan kabupaten tertinggal, sebelumnya Pesbar juga mendapat insentif terbesar se-Indonesia.

“Kita memiliki listrik bawah laut, memiliki bandara dan sebagainya, karena itu semuanya harus secara bertahap,” kata Agus.

Selanjutnya, calon bupati Aria Lukita Budiwan menanyakan terkait program peningkatan kesejahteraan masyarakat yang akan dilakukan calon bupati Pieter. 

Dalam kesempatan itu Pieter menjawab program unggulan paslon nomor urut satu yakni petani dan nelayan, artinya dibidang pertanian ada konsep menyediakan bibit unggul, alat dan mesin pertanian. Selain itu untuk bidang nelayan jelas akan melengkapi alat tangkap yang mencukupi.

“Termasuk melakukan ekspor seperti benur maupun lobster,” jelasnya.

Sekedar diketahui, debat publik tahap pertama tersebut dibagi dalam enam segmen, hingga akhir pelaksanaan debat berlangsung sukses dan kondusif.(yan/mlo)



Pos terkait