Tiga Petugas Pemulasaran Terpapar Covid-19, Mirisnya Belum Pernah Terima Insentif

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tiga petugas pemulasaran (pemakaman) pasien terkonfirmasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Lampung Barat ikut terpapar. Mirisnya, para petugas ini ternyata belum pernah menerima insentif dari pemerintah daerah. 

Saat dikonfirmasi Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Lambar Maidar, SH, M.Si., memastikan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) pemulasaran telah dijalankan dengan baik oleh seluruh petugas, diawali dengan koordinasi lintas sektoral, hingga prosedur pelaksanaan yang harus benar-benar sesuai dengan SOP. 

Bacaan Lainnya

“Seluruh petugas mulai dari rumah sakit, hingga petugas pemulasaran itu menerapkan SOP, termasuk memastikan bahwa APD (Alat Pelindung Diri) telah yang digunakan lengkap dan pemasangan yang baik,” ungkap Maidar. 

Setelah pemulasaran dilakukan, kata dia, seluruh APD yang telah digunakan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar. Kemudian sebelum pulang dan berinteraksi dengan orang lain para petugas harus bersih-bersih, sehingga pihaknya meragukan bahwa ketiga petugas tersebut terpapar karena melakukan pemulasaran. 

“SOP benar-benar kita perhatikan, sehingga bisa jadi mereka terpapar saat melakukan pengamanan atau sosialisasi karena petugas tersebut merupakan personel Pol-PP,” kata dia. 

Sementara itu, Maidar juga tidak menampik terkait dengan masalah insentif yang belum dibayarkan. Namun menurutnya itu bukan suatu kesengajaan atau adanya upaya mempersulit pencairan. 

“Insentif untuk petugas pemulasaran itu ada, namun karena adanya kebijakan  bahwa tidak boleh lagi menggunakan BTT (Biaya Tak Terduga) maka harus masuk di RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) Satker, dan kami ditunjuk oleh BPKD untuk menganggarkan itu,” kata dia. 

Tidak hanya terkait insentif, menurut Maidar anggaran juga disiapkan untuk keperluan pemulasaran lainnya, termasuk pembelian APD. 

“Namun RKA hasil refocusing ini belum keluar dan itu belum disahkan, dan kalau sudah selesai maka akan realisasikan. Saya sudah lapor ke pimpinan dan cepat atau tidaknya itu tergantung Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD), dan kalau itu selesai maka akan kami usulkan untuk dicairkan, kita prosedural saja,” imbuhnya. 

Untuk diketahui, total kasus Covid-19 di Lambar mencapai 627 kasus dengan rincian 26 kasus kematian, 31 sedang menjalani isolasi dalam pantauan tenaga kesehatan, dan 570 lainnya sudah dinyatakan sehat atau sembuh. (nop/mlo)




Pos terkait