Tiga Warga Lampura Terkonfirmasi Positif Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Sebanyak tiga warga di wilayah Kabupaten Lampung Utara (Lampura), kembali terkonfirmasi positif Covid-19. 

Hal itu, dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Lampura, Budi Utomo, sekaligus Plt. Bupati di sela-sela kegiatan Karya Bhakti TNI Kodim 0412/Lampura Tahun 2020 di Desa Bandar Kagungan Raya (BKR), Kecamatan Abung Selatan, Kamis (25/6).

Bacaan Lainnya


“Pagi ini saya menerima informasi, bahwasanya ada 3 orang lagi penambahan kasus Covid-19. Bahkan satu diantaranya adalah tenaga kesehatan, “kata Budi Utomo.

Menurut Budi, ketiga warga itu memiliki riwayat perjalanan ke daerah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel), cluster Sumsel.

Setelah melalui serangkaian tes dilakukan, mulai dari rapid test sampai dua kali swab test dengan hasil positif, sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat Kabupaten Lampura.

“Untuk dua orang terkonfirmasi positif, berdasarkan 2 kali swab test yang positif adalah keluarga mendiang pasien dalam pantauan (PDP) telah meninggal dunia sebelumnya,” terangnya.

Budi menjelaskan, penambahan tersebut dapat diketahui setelah adanya upaya khusus dari gugus tugas melakukan tracking terhadap warga yang memiliki hubungan dekat atau erat.

Sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran corona, oleh karena itu pihaknya berharap masyarakat dapat memberikan perhatian serius terhadap permasalahan tersebut.

“Itu yang terpenting, peran serta masyarakat dalam memberantas Covid-19. Mau terbuka, untuk memberitahu kepada aparat agar dapat dilakukan tracking guna mengetahui detail keadaan tubuhnya. Dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19,” tambahnya.

Pihaknya berharap, kejadian itu tidak meluas layaknya daerah lain yang dikenal sebagai zona merah di Indonesia. Seperti Jawa Tengah, Jakarta, Jawa Barat, dan lainnya. 

“Dengan upaya bersama dapat memutus mata rantai penyebaran corona di kabupaten tercinta ini, “imbuhnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Lampura, dr. Maya Meittisa menambahkan, satu orang tenaga kesehatan itu merupakan pekerja kesehatan untuk ahli gizi. Yang memiliki riwayat perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan atau cluster Palembang. Sementara dua orang lainnya, adalah warga di Kecamatan Kotabumi Selatan.

“Saat ini ketiganya telah mendapatkan pertolongan medis dan tahap karantina,” ungkap Mettisa. (ozy/mlo)



Pos terkait