Tilap Dana Desa, Mantan Peratin Pekon Bambang Divonis 20 Bulan Penjara

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Mantan Peratin Pekon Bambang Kecamatan Lemong, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) Ali Toha (46) dijatuhkan vonis hukuman 1,8 tahun atau 20 bulan penjara dengan pidana denda Rp50 juta subside satu bulan kurungan, oleh Majelis hakim pengadilan Tipikor Tanjungkarang karena terbukti melakukan korupsi Dana Desa (DD) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2017 lalu.

Jaksa Penuntut Umum Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Lampung Barat di Krui, Yogi Aprianto, S.H., mendampingi Kacabjari setempat, M. Indra Kusuma, S.H, M.H., mengatakan sidang putusan terhadap mantan peratin Pekon Bambang yakni Ali Toha itu sudah dilaksanakan pada Senin (1/2) di Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Bacaan Lainnya

“Mantan peratin itu dijatuhi vonis hukuman 20 bulan penjara oleh majelis hakim dengan pertimbangan terdakwa telah mengganti kerugian negara sebesar Rp100 juta dari total kerugian Rp296.619.600,-.” katanya, Selasa (2/2).

Dijelaskannya, vonis yang dijatuhkan hakim itu lebih ringan dari tuntutan sebelumnya yakni dengan hukuman 2,6 tahun penjara, hal itu karena terdakwa melalui pihak keluarganya telah melakukan pembayaran uang pengganti sebesar Rp100 juta. Selain itu, hari ini uang pengganti itu telah disetorkan ke kas Negara.

“Terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp196.619.600,- subside 8 bulan penjara,” jelasnya.

Masih kata dia, jika dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap itu uang pengganti tidak dibayarkan, maka harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Dirinya berharap pihak keluarga segera membayar uang pengganti untuk menutupi kerugian Negara tersebut sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.

“Dalam pelaksanaan sidang putusan yang dilakukan secara luring di pengadilan Tipikor Tanjung Karang itu berjalan lancar dan tidak terkendala,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Cabjari Lampung Barat di Krui, selama tahun 2020 tangani satu perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Dana Desa tahun anggaran 2017 yang melibatkan mantan Peratin Pekon Bambang Kecamatan Lemong Ali Toha.

Perkara tipikor yang ditangani Cabjari Krui itu sejak 2018 lalu, dan di tahun 2020 baru ditetapkan tersangkanya, tepatnya pada Maret 2020. Sementara proses penahanan terdakwa mulai November 2020 lalu.

Kacabjari Lampung Barat di Krui, M.Indra Kusuma, mengatakan kasus tipikor dana desa yang dilakukan oleh mantan peratin Pekon Bambang itu bermula pada tahun anggaran 2017 lalu, dilakukan pencairan dana desa tahap pertama dengan total anggaran kurang lebih Rp700 juta. Dari jumlah anggaran yang dicairkan itu tidak semuanya direalisasikan oleh mantan peratin tersebut.

“Dari total anggaran dana desa tahap pertama yang dicairkan sekitar Rp700 juta itu hanya sekitar Rp400 juta lebih yang direalisasikan oleh mantan peratin untuk kegiatan Pekon,” jelasnya.

Sedangkan, kata dia, sisanya tidak direalisasikan oleh mantan peratin tersebut, sehingga dari hasil penyidikan terhadap kasus tersebut ditemukan ada kerugian Negara sebesar Rp296 juta lebih dengan rincian ditemukan ada kegiatan pembangunan Talud Penahan tanah (TPT) fiktif, kegiatan pengadaan lampu jalan yang di mark up, serta honor aparatur pekon yang tidak direalisasikan.

“Berdasarkan fakta dari hasil keterangan terdakwa semua uang yang tidak direalisasikan oleh mantan peratin AT itu digunakan untuk kepentingan pribadinya, artinya untuk memperkaya diri sendiri,” tandasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait