Tim GLD Gelar Safari Literasi Ramadhan di Suoh-BNS

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, BALIKBUKIT – Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Barat melaksanakan kegiatan safari literasi ramadhan untuk yang ketiga kalinya. Jika sebelumnya, kecamatan yang dikunjungi adalah Kecamatan Sukau dan Kecamatan Lumbokseminung, namun safari literasi ramadhan kali ini yang dikunjungi adalah Kecamatan Suoh dan Bandarnegeri Suoh, Selasa (28/5/2019).

Sekretaris Tim Gerakan Literasi Daerah Kabupaten Lampung Barat Drs. Sandarsyah, mendampingi Ketua Tim GLD Kabupaten Lambar Partinia, S.Pd , M.M mengungkapkan, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim GLD Kabupaten Lampung Barat Partinia, yang dihadiri pengurus lainnya antara lain Yusmalasari, S.Si (Wakil Ketua Tim GLD), Eva Oktarina, S.Pd, M.M (Ketua Bidang Pelembagaaan dan Pembudayaan), Janse BJ. Keseh, Despaniar, Dela Saputri, Ahmadi, Eka Fendi Aspara, dan Apandi.

Bacaan Lainnya



Dijelaskannya, tim mengunjungi 10 Lamban Baca yang ada di dua kecamatan tersebut,. Kesepuluh Lamban Baca tersebut adalah Hantatai I, Hantatai II, Ringin Sari I, Ringin Sari II, dan Tembelang. Lalu Sukamarga I, Sukamarga II, Gunung Ratu, Mekarjaya, dan Sumber Agung.

“Disamping melakukan kampanye tentang program literasi, tim juga melakukan bantuan donasi buku dan memberikan bingkisan sembako kepada para pengelola Lamban Baca,” ucap Sandarsyah.

Sementara itu, Ketua Tim GLD Partinia dalam sambutannya mengatakan bahwa membaca itu penting untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Orang yang berpengetahuan dalam menjalani kehidupannya akan menjadi mudah. Orang yang berpengetahuan secara otomatis wawasannya pun bertambah luas.

Partinia berharap para keluarga untuk mendorong anaknya supaya gemar membaca sejak usia dini, sehingga pada usia remaja bahkan pada saat dewasa nanti ia tetap suka membaca.

“Kepada pengelola Lamban Baca saya berterima kasih karena telah ikut andil dalam mencerdaskan masyarakat. Kelolalah Lamban Baca dengan kreatif sehingga masyarakat akan tertarik untuk datang ke Lamban Baca,” ucapnya.

Ia juga memaklumi dengan keterbatasan jumlah dan judul buku yang ada di Lamban Baca. Hal ini dapat diatasi dengan tukar menukar buku antar lamban baca (Rotasi Buku). (lus/mlo)



Pos terkait