Tim GTPP Periksa Kapal Asing yang Sandar di Perairan Penengahan

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kecamatan Lemong, melakukan pemeriksaan pada tiga kapal layar yang sandar di perairan Pekon Penengahan, Kecamatan Lemong, Rabu (22/4).

Tim gugus tugas yang melakukan pemeriksaan pada tiga kapal layar dari luar negeri tersebut beranggotakan anggota Polsek Pesisir Utara, Anggota Koramil Lemong, petugas Kesehatan Puskesmas Lemong, dan relawan Pekon Penengahan.

Bacaan Lainnya



Kapolsek Pesisir Utara AKP Suhairi., pendamping Kapolres Lambar AKBP Rachmat Tri Hariyadi, mengatakan, tiga kapal layar yang bersandar di perairan Pekon penengahan itu berawakkan warga negara asing yang berasal dari Amerika Serikat dan Selandia Baru.

“Hari ini ada tiga kapal layar milik warga negara asing yang bersandar di perairan pantai Taman Marga Pekon Penengahan, Satu kapal berawakkan dua orang WNA Amerika Serikat, satu kapal berawakkan dua orang dari selandia baru dan satu kapal lagi berawakkan satu orang dari selandia baru,” kata dia.

Dijelaskannya, ketiga kapal tersebut berangkat dari daerah Langkawi. Malaysia menuju Jakarta sesampainya di perairan pekon penengahan satu kapal mengalami kerusakan pada mesin kapal sehingga kapal tersebut harus bersandar untuk dilakukan perbaikan.

“Sebelumnya tiga kapal tersebut terlebih dahulu singgah di pulau nias, dan telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan Nias Selatan, namun tetap dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan Puskesmas Lemong,” jelasnya.

Lanjutnya, hasil pemeriksaan yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19 Kecamatan Lemong, semua WNA tersebut dalam keadaan sehat, tidak menunjukkan adanya gejala yang mengarah ke Covid-19.

“Dalam melakukan pemeriksaan tenaga kesehatan dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) lengkap, dan dikawal oleh personil dari Polsek Pesisir Utara dan Koramil Lemong,” terangnya.

Menurutnya, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, tim gugus tugas menghimbau agar awak kapal tidak mendarat, jika perbaikan mesin kapal sudah selesai agar langsung melanjutan perjalanan.

“Setelah disampaikan imbauan para WNA itu setuju dan jika mesin kapal sudah diperbaiki maka mereka akan melanjutkan perjalanan menuju jakarta,” tandasnya. (ygi/mlo)



Pos terkait