Tim Konsultan Literasi Perpustakaan Nasional Berkunjung ke Sekretariat Tim GLD Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Anggota Tim Konsultan Literasi Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Romli berkunjung ke Sekretariat Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lampung Lambar, Sabtu (17/10).

Kunjungan tersebut diterima oleh Sekretaris Tim GLD Kabupaten Lambar Drs. Sandarsyah bersama Pengurus Tim GLD  Nurhadi Sarwo Susilo, S.H (Ketua Bidang Pelayanan Perpustakaan), Eva Oktarina, S.Pd  M.M (Ketua Bidang Pelembagaan dan Pembudayaan) dan Siti Balqis, A.Md.Keb. (Staf Sekretariat).

Bacaan Lainnya



Sekretaris Tim GLD Drs. Sandarsyah mendampingi Ketua Tim GLD Kabupaten Lambar Partinia, S.Pd, M.M mengungkapkan, disamping maksud kunjungan Anggota Tim Konsultan untuk mendapatkan informasi seputar  Gerakan Literasi di Kabupaten Lambar yaitu sejak dicanangkan Lampung Barat sebagai Kabupaten Literasi pada 2 Mei 2018 hingga saat ini, juga sekaligus untuk mensosialisasikan program dari Perpustakaan Nasional RI, yaitu  Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Menurut dia, sudah cukup banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh Tim GLD Kabupaten Lambar. Dimulai dengan terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Lampung Barat No.19/2018 tentang Gerakan Literasi Daerah pada 12 Maret 2018, pengukuhan Tim Gerakan Literasi Daerah (GLD) Kabupaten Lambar, penerbitan lagu mars Lampung Barat, Kabupaten Literasi, Visi dan Misi Tim Gerakan Literasi Daerah, dan berpartisipasi pada Focus Group Discussion (FGD) Gerakan Literasi bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lambar untuk menerbitkan Roadmap Gerakan Literasi Kabupaten Lampung Barat, serta kegiatan lain pada tahun 2018 dan 2019.

Sedangkan untuk tahun 2020 ini saja, lanjut Sandarsyah, Tim GLD telah melakukan beberapa kegiatan yaitu menerima  kunjungan SMAN 10 Bandar Lampung dalam rangka mempelajari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kabupaten Lambar, kunjungan Tim GLD dalam rangka Gerakan Literasi Sekolah ke SMPN Sekuting Terpadu dan SDN 1 Way Mengaku, serta Pekan Literasi dan launching 6 Lamban Baca di Kecamatan Air Hitam.

Selanjutnya Tim GLD berpartisipasi dalam program Read Me a Book : ASEAN RoK is Reading (15 Januari-23 April 2020), Gelar Lapak Baca di Lapangan Pemkab Lambar, Lomba Menulis Pengelola Lamban Baca, Temu Penulis Yogyakarta Imron Nasri dengan Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SD dan SMP.

Lalu, kunjungan Tim GLD ke Lamban Baca Mentari Pekon Purawiwitan Kecamatan Kebun Tebu dan Taman Baca Cendekia Kelurahan Tugusari Kecamatan Sumberjaya, dan lomba menulis dalam rangka mendukung Geopark Suoh.

Kemudian, kunjungan Tim GLD ke Lamban Baca Pelangi pekon Ringin Sari Kecamatan Suoh, Kunjungan Tim GLD ke SDN 1 Pagar Dewa dan SMPN 3 Sukau, kunjungan finalis Muli Mekhanai Lampung Barat 2020 ke Lapak Baca Tim GLD, pembagian masker di Pasar Purajaya Kecamatan Kebun Tebu, pembagian masker di Pasar Liwa dan Pekon Sukarame Kecamatan Balikbukit, bantuan makanan dan vitamin ke Posko Covid 19 Perbatasan Lambar-Kabupaten OKU Selatan Provinsi Sumatera Selatan, pembagian masker di Pasar Buay Betanding Kecamatan Sukau, Pembagian masker di Pasar Sekincau Kecamatan Sekincau. 

“Selain itu, pembagian masker di Pasar Kamis Pekon Sukananti Kecamatan Way Tenong, pembagian masker, sabun dan vitamin C di Pekon Sukajadi  dan Posko Perbatasan Lambar-Tanggamus di Pekon Roworejo Kecamatan Suoh, dan pembagian masker di Pasar Sumber Alam Kecamatan Air Hitam, serta pemilihan sepasang Duta Literasi 2020,” ungkap Sandarsyah.

Disisi lain, menurut Anggota Tim Konsultan Literasi Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Romli yang dimaksud dengan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial adalah perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak asasi manusia (HAM).

Ia menjelaskan, ada tiga pilihan skema kerjasama Perpustakaan dengan Komunitas, yaitu pertama, Komunitas berkegiatan di Perpustakaan. Adapun peserta dan narasumber dari komunitas, Perpustakaan hanya menyediakan tempat. Lalu kedua, Perpustakaan menyediakan narasumber dan tempat untuk suatu kegiatan, komunitas membantu mengumpulkan pesertanya. Dan ketiga, komunitas menyediakan  narasumber untuk suatu kegiatan, perpustakaan mengumpulkan peserta dan menyediakan tempat.

“Paradigma baru perpustakaan saat ini adalah menjadikan perpustakaan sebagai ruang untuk berbagi pengalaman, ruang belajar kontekstual dan berlatih keterampilan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian peran Perpustakaan saat ini adalah sebagai penghubung antara sumber pengetahuan dan pengguna pengetahuan,” pungkas Romli. (lus/mlo)



Pos terkait