Tim Pemprov Kunker ke Lambar 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tim Pemerintah Provinsi Lampung melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lambar dalam rangka inventarisasi jalan strategis Provinsi Lampung, potensi kawasan budidaya tanaman hortikultura dataran tinggi dan potensi pengembangan irigasi serta implementasi program kartu petani berjaya, Jumat (5/2).

Kunjungan tim Pemprov yang terdiri dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Lampung, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta perwakilan Bappeda, Dinas Pengelolaan Sumber daya Air, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Biro Perekonomian Setdaprov tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Akmal Abdul Nasir, S.H didampingi para asisten, kepala perangkat daerah di lingkup Deptan, Bappeda, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Ruang Pesagi Kantor Bupati Lambar.

Bacaan Lainnya

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada bapak gubernur Lampung beserta jajarannya, yang telah menginisiasi, merencanakan dan melaksanakan pengembangan potensi produk pertanian dan perkebunan di dataran tinggi yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Barat,” ungkap Sekkab Lambar Akmal Abdul Nasir dalam sambutannya.

Akmal mengungkapkan, wilayah Kabupaten Lampung Barat secara umum yaitu 76% berada di ketinggian antara 225-650 mdpl dan 20% berada di ketinggian 651-1025 mdpl. sehingga potensial untuk komoditas pertanian dataran tinggi. Berdasarkan RTRW Kabupaten Lambar sebesar 40,75% atau sekitar ± 87.318,28 hektar merupakan kawasan budidaya pertanian dan perkebunan, sisanya merupakan kawasan hutan. Dengan tutupan hutan yang sangat beragam mencapai 126.956,27 Ha atau sekitar 59,25% dari luas administrasi atau sekitar 61,27 % dari luas daratan. 

“Sektor pertanian merupakan sektor strategis yang berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lambar,” ucapnya.

Untuk sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mendominasi terhadap capaian PDRB Lampung Barat. Pada tahun 2019, sektor ini berkontribusi sebesar 3,3 triliun atau 47,15% dari total PDRB Lampung Barat sebesar 7,1 triliun. Hal ini sejalan dengan mayoritas mata pencarian penduduk di Lambar, dari 171.849 orang pekerja yang ada, sebesar 122.828 orang atau 71,76 % merupakan pekerja di sektor pertanian baik sebagai pemilik lahan, petani sewa atau pun petani upahan.

Masih kata Akmal, beberapa komoditas unggulan pertanian dan perkebunan yang dihasilkan di Kabupaten Lambar dan menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat, untuk sektor perkebunan antara lain tanaman kopi, lada dan aren dengan produk olahannya berupa kopi bubuk, gula aren dan gula semut.

Selanjutnya, untuk sektor tanaman pangan dan hortikultura terdapat padi, pisang, alpukat dan pepaya serta didukung komoditas sayuran tomat, cabai dan kubis. “Dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Lambar besar harapan kami terhadap rencana pengembangan pertanian dan perkebunan dataran tinggi di Provinsi Lampung untuk dapat dilaksanakan di Kabupaten Lambar. Hal ini sejalan dengan salah satu program unggulan yang menjadi komitmen Pemkab Lambar yaitu mensejahterakan petani yang salah satu upaya perwujudannya ditempuh melalui implementasi program kartu petani berjaya,” ucapnya.

Seraya menambahkan, dalam rangka mendukung peningkatan produksi sektor pertanian di Kabupaten Lambar, ia berharap adanya dukungan pembangunan infrastruktur strategis yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Lampung baik untuk mendukung jaringan irigasi maupun untuk jalan strategis Provinsi Lampung di Kabupaten Lambar. 

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Lambar Indra Gunawan dalam pemaparannya menyampaikan, antara lain terkait gambaran umum Kabupaten Lambar , serta potensi tanaman pangan dan hortikultura (sayuran dan buah buahan), potensi perkebunan kopi di Kabupaten Lambar , implementasi program kartu petani berjaya. 

Selanjutnya, kondisi jaringan/irigasi di Kabupaten Lambar serta usulan penanganan jaringan irigasi, dan usulan penanganan infrastruktur jalan. 

“Untuk usulan penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Lambar, yaitu perkerasan beton sepanjang 5,00 KM di ruas jalan 048/Pekon Balak-Suoh, usulan pengerasan beton sepanjang 6,00 KM di ruas 049/Suoh-SP.Blok 9 serta usulan perkerasan hotmix sepanjang 10,00 KM di ruas 059/Trimulyo-Bungin SP Tugusari,” pungkas Indra. (lus/mlo)


Pos terkait