Tim Penilai PPD Gelar Penilaian Tahap II di Kabupaten Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Dalam rangka penilaian penghargaan pembangunan daerah (PPD), Pemkab Lambar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) tentang proses penyusunan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2020 di Ruang Rapat Pesagi, Selasa (11/2).

Kegiatan FGD dihadiri langsung oleh  tim penilai independen dari Provinsi Lampung yaitu Dr. Muhammad Abadi, S.H, M.H, MA, Dr. Teguh Endaryanto, S.P, M.Si, Asrian Hendicahya, S.E, M.S, Tim Penilai Teknis Dwi Prasetyo, S.T, M.Si, Iwan Meylani, S.STP, M.Ec.Dev, dan Busyairi Afton, S.E, M.M, serta tim Sekretariat,. Kemudian,Sekretaris Kabupaten Akmal Abdul Nasir, S.H, Wakil Ketua II DPRD Irwansyah,  para asisten, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Balikbukit dan Camat Batubrak, akademisi, LSM, pelaku usaha, dan organisasi profesi.

Bacaan Lainnya



“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat pada tahun ini kali kedua melaksanakan FGD penghargaan pembangunan daerah. Sebelumnya pada tahun 2019 telah dilaksanakan untuk PPD tahun 2019 dan Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dapat meraih terbaik pertama pada PPD tahun 2019,” ujar Sekkab Lambar Akmal Abdul Nasir dalam sambutannya.

Akmal mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi dengan adanya penghargaan pembangunan daerah ini, karena dengan penghargaan ini diharapkan dapat memajukan pembangunan di Kabupaten Lampung Barat, disamping itu juga diharapkan seluruh proses perencanaan di daerah dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Dengan adanya PPD ini maka semakin mendorong pemerintah daerah untuk berinovasi dalam penacapaian target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Lampung Barat tahun 2017-2022. Pemkab Lambar sangat serius dalam penyusunan RKPD, hal ini dilihat dari seluruh tahapan perencanaan telah dilaksanakan dengan baik,” ungkap dia.

Masih kata dia, perencanaan melalui mekanisme Bottom-Up telah dilakukan dari musrenbang pekon, musrenbang kecamatan, forum konsultasi publik, forum gabungan perangkat daerah, sampai dengan musrenbang kabupaten. Melalui mekanisme To-Down telah dilakukan penyelarasan terkait dengan prioritas pada pemerintah pusat dan provinsi. sehingga prioritas-prioritas yang ada di kabupaten harus selaras dengan prioritas pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Lampung.

Lanjut dia, melalui mekanisme teknokratik proses penyusunan perencanaan pembangunan daerah berdasarkan data primer dan sekunder yang di dapat dari data Badan Pusat Statistik, data sektoral dari seluruh OPD, serta kunjungan ke lapangan untuk melihat kondisi riil. Kemudian, melalui mekanisme politis telah dilakukan penyelarasan terkait dengan pokok-pokok pikiran dari DPRD disandingkan dengan tema dan prioritas pembangunan Kabupaten Lambar.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan bahwa inovasi pembangunan di Lampung Barat berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No.002.6-415/2019, bahwa Kabupaten Lampung Barat mendapatkan predikat sangat inovatif dengan urutan ke-14 kabupaten se-Indonesia dengan jumlah poin 12.500,” kata dia seraya menambahkan, guna mendukung tema rencana kerja pemerintah (RKP) tahun 2020 yaitu “Peningkatan Sumber Daya Manusia untuk Pertumbuhan Berkualitas” maka inovasi yang di angkat pada PPD tahun 2020 adalah “Ambulance Hebat”

Ia mengatakan, tema RKP tersebut sangat erat kaitannya dengan peningkatan sumber daya manusia yang salah satunya adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Inovasi Ambulance Hebat merupakan inovasi yang diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam hal ini adalah untuk mempercepat pelayanan terhadap pasien dengan cara memberikan pelayanan kesehatan secara langsung dirumah masyarakat maupun dengan cara mengantar masyarakat yang sedang terganggu kesehatannya ke fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun ke Rumah Sakit Alimuddin Umar.

“Kami berharap kepada tim penilai dari provinsi lampung agar pada tahun ini kabupaten lampung barat bisa mempertahankan prestasi pada penghargaan pembangunan daerah (PPD) untuk tahun 2020,” pungkas dia

Sementara Kepala Bappeda Ir. Okmal, M.Si dalam pemaparannya, menyampaikan proses perencanan tahun 2020 dan hasil pembangunan tahun 2019. Antara lain terkait aspek pencapaian pembangunan,  aspek kualitas dokumen RKPD, aspek proses penyusunan dokumen RKPD, inovasi di Lambar, serta pemaparan tujuh program kerja pemerintah yang tertuang dalam visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat periode 2017-2022.

Ketujuh program tersebut diantaranya pertama peningkatan infrastruktur mantap, pentaan Kota Liwa sebagai kota budaya, semua bisa melanjutkan sekolah, pelayanan masyarakat sehat, mensejahterakan petani, masyarakat berdaya saing dan peningkatan kinerja pelayanan publik, serta peningkatan iman dan taqwa.

“Untuk program penataan Kota Liwa sebagai kota budaya. Dimana pemerintah daerah mulai tahun 2019 membangun gedung budaya yang nantinya akan dijadikan sebagai pusat kegiatan kebudayaan. Untuk program semua bisa melanjutkan sekolah, pemerintah daerah membagikan tiga stel seragam gratis bagi seluruh siswa SD-SMP sederajat. Dan bagi siswa SMA sederajat di Lambar yang diterima di Fakultas Kedokteran di universitas negeri akan dibiayai oleh pemerintah sampai selesai. Tahun 2019 sudah ada enam orang yang di terima dan di biayai Pemkab Lambar,” kata dia.

Di bidang kesehatan, Kabupaten Lampung Barat melalui program Ambulance Hebat memberikan pelayanan ambulance secara gratis setiap saat siap menjemput pasien dari rumah ke puskesmas dan apabila kondisi darurat bisa langsung ke rumah sakit.

“Untuk kendaraan Ambulance Hebat  sejak tahun 2018 telah dianggarkan dana untuk pengadaan dan tahun ini akan kembali dianggarkan, sehingga tahun ini seluruh kecamatan di Kabupaten Lambar telah memiliki kendaraan tersebut,” seraya menambahkan, program peningkatan iman dan taqwa melalui kegiatan pemberian insentif guru ngaji, marbot, imam masjid dan bantuan ke masjid-masjid.

Usai digelarnya kegiatan FGD, tim penilai PPD tahun 2020 melakukan kunjungan ke lapangan, antara lain di Posko Ambulance Hebat. (lus/mlo)



Pos terkait