Tim Pora Tetap Maksimalkan Pengawasan Orang Asing

  • Whatsapp
Ilustrasi pengawasan orang asing

Medialampung.co.id – Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), merupakan salah satu daerah tujuan wisata yang banyak dikunjungi para tamu wisatawan, khususnya Warga Negara Asing (WNA).

Karena itu, peran serta semua pihak sangat diharapkan terutama yang tergabung dalam tim Pengawasan Orang Asing (Pora) untuk bersama-sama memaksimalkan pengawasan terhadap orang asing yang berkunjung di Negeri Sai Batin dan Para Ulama tersebut.

Bacaan Lainnya



Kepala Badan Kesbangpol Pesbar, Nurman Hakim, S.H, M.M., mengatakan sebagian besar tamu wisatawan terutama dari berbagai negara belahan dunia yang berkunjung di Pesbar ini memang untuk berwisata dan juga bermain surfing.

“Meski begitu, semua tamu mancanegara yang berkunjung jangan sampai terlepas dari pengawasan maupun pantauan bersama,” katanya, Selasa (17/9).

Menurutnya, semua gerak-gerik orang asing harus benar-benar diawasi, hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu semua pihak tidak tahu apa yang dilakukan orang asing yang berkunjung ke Pesbar ini selain berwisata maupun bermain surfing.

“Biasa mereka (orang asing, red) ada misi lain, seperti halnya penelitian dan sebagainya. Sehingga hal tersebut harus diawasi secara maksimal khususnya oleh tim Pora Pesbar,” jelasnya.

Dijelaskannya, dalam pengawasan orang asing merupakan tanggung jawab semua aparat. Selain pihak Imigrasi, juga dibantu oleh kepolisian, Kejaksaan, TNI, serta pemerintahan daerah. Mudah-mudahan kedepan dalam pengawasan orang asing di Kabupaten Pesbar dapat lebih optimal kembali, terlebih di Pesbar memang sudah memiliki tim Pora.

“Dalam pengawasan orang asing tersebut, pemerintah daerah hanya merekomendasikan, sedangkan untuk tindakannya ada di Imigrasi,” ujarnya.

Nurman mengatakan, sebagai upaya pengawasan tersebut, pihaknya juga tetap berkoordinasi dengan tim Pora baik yang ada di Kecamatan maupun lainnya. Termasuk aparat Pekon, dengan harapan jika di wilayahnya menemukan ada orang asing yang gerak-geriknya mencurigakan, maka itu bisa langsung di kordinasikan dengan Camat maupun pihak Kepolisian, TNI hingga pihak Imigrasi.

“Kami juga berharap agar semua kecamatan setiap bulannya bisa mengirimkan data laporan jumlah kunjungan orang asing di wilayahnya masing-masing, sehingga bisa terpantau maksimal,” jelasnya.(yan/d1n/mlo)



Pos terkait