Timbunan Bahu Jalan Jebol, Jembatan Waysemangka Terancam Putus

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Timbunan bahu jalan di salah satu sisi jembatan Sungai Waysemangka di Kecamatan Bandarnegeri Suoh (BNS) Lampung Barat belum lama ini jebol. Hal tersebut cukup membahayakan pengguna jalan, terlebih  kedalaman lubang pada bahu jalan yang jebol tersebut berkisar empat hingga lima meter, kondisi tersebut juga bisa mengancam jembatan karena hujan yang bisa terus menggerus timbunan.

Anggota DPRD Lambar asal Daerah Pemilihan (Dapil) V meliputi Suoh dan BNS, Sarwani, S.E., menyempatkan diri dalam rangka reses di wilayah itu untuk meninjau kondisi jembatan, bersama Camat BNS Suryanto, kamis (21/11) dan hasilnya akan segera dilaporkan ke dinas terkait dengan harapan bisa segera ditindaklanjuti dengan dilakukan penanganan lebih lanjut.

Bacaan Lainnya



Menurut Sarwani, dari hasil peninjauan, ia melihat kondisi tersebut cukup berbahaya baik bagi pengguna jalan maupun kondisi jembatan itu sendiri, yang  terancam bahkan menurutnya jika tidak segera ditangani maka tidak menutup kemungkinan jembatan tersebut sewaktu-waktu bisa putus.

Kondisi timbunan bahu jalan yang jebol tersebut juga tidak terlalu terlihat oleh pengguna jalan, sehingga itu sangat membahayakan. Karena itu ia berharap penanganannya bisa segera dilakukan.

”Jembatan ini diresmikan pada tahun 2014 silam, dan saat ini kondisinya sudah mulai mengalami kerusakan, dimana bagian timbunan bahu jalan sudah ada yang jebol, dan itu perlu disegera ditangani sehingga kerusakan tidak terus bertambah parah dan mengancam pengguna jalan, apalagi sampai membuat jembatan benar-benar terputus,” kata dia.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan  Rakyat (DPUPR) Lambar Mia Miranda, S.T., saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan  segera melakukan  penanganan terkait dengan jebolnya timbunan bahu jalan di jembatan sungai Waysemangka  tersebut.

”Satu hingga dua minggu kedepan  penanganan akan kami lakukan, kerusakan tersebut kemungkinan besar akibat tergerus air saat musim penghujan, dan penanganannya memang perlu segera dilakukan sehingga  kerusakan tidak terus bertambah parah,” pungkasnya.(nop/mlo)



Pos terkait