Tinggal Menghitung Hari, 15 Kecamatan di Lambar Belum Lunas PBB-P2

  • Whatsapp
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P.

Medialampung.co.id – Sebanyak 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Lambar hingga Minggu (6/9) belum ada satupun yang melunasi pajak bumi dan bangunan pedesaan dan perkotaan (PBB-P2) tahun 2020.

Terkait hal itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Drs. Daman Nasir, M.P menghimbau kepada seluruh kecamatan di Kabupaten Lambar untuk segera melunasi PBB-P2, itu mengingat jatuh tempo pelunasan pajak tersebut tinggal menghitung hari.

Bacaan Lainnya



“Sampai saat ini belum ada satupun kecamatan yang telah melunasi PBB-P2, sementara jatuh tempo pembayarannya paling lambat 30 September 2020 atau tinggal 24 hari lagi. Jadi kita berharap kepada pekon dan kecamatan untuk segera melunasinya,” ungkap Daman, Minggu (6/9)

Dipaparkannya, target PBB-P2 di Kabupaten Lambar tahun ini sebesar Rp4,2 miliar lebih yang dibebankan kepada 15 kecamatan,  menara, PLTA, PLN dan Lampung Hydroenergy. Adapun target masing- masing kecamatan yaitu Kecamatan Balikbukit  Rp516 juta lebih (11.699 objek pajak/OP), Kecamatan Pagardewa  Rp366 juta lebih (7.539 OP), Kecamatan Sukau Rp215 juta lebih (7.844 OP), Kecamatan Bandarnegeri Suoh target Rp546 juta lebih (15.561 OP),  serta Kecamatan Batubrak  Rp173 juta lebih (6.583 OP),  dan Kecamatan Kebuntebu target Rp208 juta lebih (6.708 OP). 

Lalu, Kecamatan Gedungsurian target Rp236 juta lebih (7.539 OP), Kecamatan Sumberjaya target Rp289 juta lebih (8.476 OP), Kecamatan Lumbokseminung  Rp128 juta lebih (4.252 OP), Kecamatan Waytenong   target  Rp327 juta lebih (9.388 OP), Kecamatan Sekincau target Rp174 juta lebih (5.734 OP), Kecamatan Batuketulis target Rp240 juta lebih (6.243 OP), Kecamatan Belalau  target Rp140 juta lebih (4.997 OP), Kecamatan Airhitam target Rp173 juta lebih (5.578 OP), serta Kecamatan Suoh  target Rp298 persen (8.994 OP). Sedangkan untuk menara ditargetkan Rp155 juta (76 OP), PLTA Rp79 juta lebih (1 OP), PLN Rp3,3 juta lebih (1 OP) serta Lampung Hydro Energy ditarget Rp1,5 juta lebih (9 OP).

“Khusus untuk PLTA, PLN dan Lampung Hydro Energy untuk PBB-nya telah lunas 100 persen. Bagi yang belum kita harapkan untuk segera melunasinya,” tandasnya. (lus/mlo)



Pos terkait