Tingkat Kelulusan SMP di Lambar 99,67 Persen

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Tingkat kelulusan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan swasta tahun pelajaran 2020/2021 di Kabupaten Lambar mencapai 99,67 persen.

Jumat (4/6), pengumuman hasil kelulusan dilaksanakan di 56 SMP secara daring oleh masing-masing sekolah melalui web sekolah atau melalui WA grup kelas masing-masing, hal ini untuk menghindari kerumunan dan konvoi, mengingat saat ini sedang ada wabah Pandemi Covid-19. 

Bacaan Lainnya


Kabid Pendidikan Dasar Seno Susanto mendampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulki Basri mengungkapkan, jumlah peserta terdaftar Ujian Sekolah (US) SMP Lambar sebanyak 3.291 peserta, dari jumlah tersebut terdapat 11 siswa yang tidak mengikuti US sehingga jumlah peserta yang mengikuti US hanya 3.280 peserta. 

“Sebanyak 3.280 peserta yang mengikuti Ujian Sekolah itu seluruhnya dinyatakan lulus,” kata Seno.

Kata dia, peserta yang dinyatakan tidak lulus 11 orang tersebut dikarenakan tidak mengikuti US yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 April hingga 5 Mei 2021. Ke-11 siswa itu, dengan rincian SMPN 1 Sumberjaya tiga orang, SMPN 1 Kebuntebu tiga orang, SMPN 1 Waytenong satu orang, SMPN 1 Belalau satu orang, SMPN 1 Batuketulis satu orang, SMPN 1 Liwa satu orang dan SMPN 1 Lumbokseminung satu orang.

“Jadi 11 siswa yang tidak lulus ini dikarenakan mereka tidak mengikuti ujian sekolah. Kalau siswa yang mengikuti ujian itu lulus 100 persen,” tegasnya.

Pihaknya mengucapkan selamat kepada siswa yang dinyatakan lulus dan diharapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat.

Lebih jauh Seno mengatakan, untuk tanggal penerbitan raport, surat keterangan lulus (SKL) dan ijazah SMP/sederajat tanggal 7 Juni 2021 untuk tingkat SMP. 

“Untuk kelulusan dituangkan melalui SKL dan ditandatangani oleh kepala sekolah atau pejabat lain yang ditunjuk oleh pejabat yang berwenang. SKL sekurang kurangnya mencantumkan rata-rata nilai ujian sekolah dan dapat digunakan untuk keperluan penerimaan peserta didik baru (PPDB),” kata dia seraya menambahkan, teknik pembagian SKL menjadi kewenangan sekolah masing-masing, dengan memperhatikan protokol kesehatan.(lus/mlo)




Pos terkait