Tingkatkan Pemahaman Bencana, BMKG Gelar Bimtek SLG di Pesbar

Medialampung.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Lampung Utara, menggelar bimbingan teknis Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) yang dipusatkan di aula Sartika Guest House, Pekon Seray Kecamatan Pesisir Tengah, Kamis (28/10).

Kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari atau hingga Jumat (29/10) itu, dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Rizwar S.Km, M.Si., Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara, Anton Sugiharto, S.Kom., beserta jajaran, Sekretaris BPBD Pesbar Mirza Sahri, S.Pd., sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat, unsur Forkopimda serta para peserta bimtek.

Bacaan Lainnya


Dalam sambutannya Bupati Pesbar Dr.Drs.Hi.Agus Istiqlal, S.H, M.H., yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Pesbar, Rizwar, mengatakan Kabupaten Pesbar memiliki potensi bencana alam. Bahkan, yang masih diingat bersama pada tanggal 26 Desember 2004 lalu, Indonesia tersentak akan sebuah bencana dahsyat yang menghantam ujung utara pulau Sumatera. Hampir seluruh wilayah Sumatera terdampak, salah satunya di Pesbar akibat bencana dahsyat itu.

“Bencana gempa bumi dengan berkekuatan magnitudo 9.0 yang diikuti tsunami itu menelan lebih dari 220.000 korban jiwa,” katanya.

Ditambahkannya, di tahun ini, Kabupaten Pesbar sempat dilanda gempa bumi yang cukup kuat. BMKG menyebutkan, gempa yang terjadi tanggal 16 Februari 2021 lalu itu berkekuatan magnitudo 5.1, yang efek guncangannya cukup dirasakan oleh masyarakat. Beruntung gempa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun gempa menyebabkan masyarakat cukup panik.

“Gempa ini bukanlah gempa pertama yang dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Pesbar ini, dan kemungkinan besar juga bukan yang terakhir,” jelasnya.

Menurutnya, Kabupaten Pesbar telah beberapa kali terdampak oleh bencana gempa bumi yang merusak. Mengingat kerentanan, keterpaparan masyarakat dan potensi ancaman terhadap gempa bumi tersebut, maka diperlukan suatu momen untuk melatih kesiapsiagaan seluruh komponen Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pesbar dalam menghadapi bencana.

“Karena itu Pemkab Pesbar sangat mengapresiasi langkah BMKG yang telah menginisiasi dan berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan sekolah lapang gempa bumi,” katanya.

Dikatakannya, dengan latihan sekolah lapang gempa bumi maka akan terbangun kapasitas dan kapabilitas semua pihak terkait kesiapsiagaan, sehingga seluruh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Pesbar dapat lebih siap untuk selamat dari bencana. Pemkab Pesbar tentu memahami bahwa perlu upaya keras dalam memperkuat kapasitas kesiapsiagaan masyarakat. Karena itu, latihan diperlukan agar masyarakat mengenal ancaman risiko di lingkungannya.

“Selain itu juga mampu mengelola informasi peringatan dini, memahami rambu peringatan, serta mengurangi kepanikan dan ketergesaan saat evakuasi yang menimbulkan korban dan kerugian,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Dr.Ir.Muhamad Sadly, M.Eng., dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual, sekaligus membuka kegiatan SLG tersebut mengatakan bahwa di tahun 2021 ini BMKG berdasarkan persetujuan komisi V DPR RI telah mengalokasikan 30 lokasi untuk pelaksanaan SLG di tahun 2021, dan di Kabupaten Pesbar salah satunya yang terpilih sebagai lokasi SLG tersebut.

“BMKG dengan teknologinya yang handal telah mampu untuk mengirimkan informasi terkait gempa bumi, termasuk jika ada potensi tsunami untuk melakukan evakuasi,” jelasnya.

Dijelaskannya, BMKG tidak mempunyai otoritas untuk melakukan evakuasi bencana, tapi yang punya otoritas untuk melakukan evakuasi adalah Pemerintah Daerah. Jika terjadi potensi tsunami maka Pemkab melalui BPBD segera melakukan evakuasi. Karena itu, SLG yang dilaksanakan di Kabupaten Pesbar ini cukup strategis, sehingga harus benar-benar dipahami dan diikuti dengan maksimal oleh para peserta.

“Wilayah Pesbar sangat rawan, hal itu telah dikaji oleh para pakar gempa bumi dan tsunami, sehingga kita harus segera mungkin untuk membangun sistem mitigasi di Kabupaten Pesbar dalam rangka antisipasi kejadian gempa bumi dan tsunami,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait