Tingkatkan Produksi Kopi, Adipati Teken MoU dengan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri

Medialampung.co.id – Pemkab Waykanan melakukan penandatanganan Naskah Kesepahaman dengan PT. Sari Makmur Tunggal Mandiri, tentang Pembinaan Petani Kopi dalam rangka peningkatan produksi Kopi berkelanjutan/Lestari, penandatangan naskah MoU dilaksanakan di Gedung Serba Guna Waykanan, Kamis (13/1)

Pada kesempatan itu Bupati Hi Raden Adipati Surya, SH, MM, di hadapan General Manager PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, Staf Ahli Bupati, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Waykanan, Ketua KTNA Waykanan, Camat, Kepala Kampung, Ketua Gapoktan, Ketua Kelompok Tani Se-Kecamatan Rebang Tangkas, Pimpinan IKM Kopi Tiyuh, memberikan apresiasinya atas Penandatanganan naskah kesepahaman antara Pihak Pemerintah Kabupaten Waykanan dengan Pihak PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, yang merupakan program kegiatan pembinaan petani kopi dalam rangka peningkatan produktivitas kopi berkelanjutan di Kabupaten Waykanan dalam keadaan sehat wal’afiat. 

Bacaan Lainnya

“Kabupaten Waykanan merupakan daerah agraris, dimana mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani, maka dari itu sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten Waykanan, karena mempunyai peranan strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dengan dukungan potensi sumber daya alam yang memadai maka hampir 80% penduduk Waykanan bermata pencaharian di sektor pertanian, peternakan, perkebunan dan perikanan. Dari berbagai sektor tersebut sektor perkebunan menjadi andalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Kabupaten Waykanan dengan potensi luas lahan perkebunan 96.406 ha,” tegas Adipati. 

Menurut Ketua DPC Partai Demokrat Waykanan tersebut, subsektor perkebunan di Kabupaten Waykanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian daerah, hal ini dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Waykanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%. 

Salah satu komoditas unggulan tanaman perkebunan adalah kopi, namun secara umum peran kopi sebagai pendapatan petani belum menggembirakan, karena harga kopi ditingkat petani selalu pada kondisi sub-optimal dan tidak menguntungkan bagi petani maupun industri olahan kopi.

“Rendahnya kemampuan petani kopi dalam penerapan teknologi usaha tani menjadi salah satu penyebab rendahnya produktivitas yang berdampak pada pendapatan yang diterima petani relatif rendah dan fluktuatif. Pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional sehingga produktivitas yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai sekitar 50% dari potensi maksimal,” imbuh Adipati Surya.

Adipati juga menjelaskan pula kalau saat ini telah terjadi pergeseran permintaan dari konsumen kopi terhadap mutu dan cita rasa kopi yang lebih baik, dengan adanya jaminan mutu yang pasti, ketersediaan dalam jumlah yang cukup dan pasokan yang tepat waktu, serta berkelanjutan juga merupakan beberapa syarat yang dibutuhkan agar biji kopi dari Kabupaten Waykanan dapat dipasarkan pada tingkat harga yang lebih menguntungkan.

Untuk itu, lanjutnya, dalam upaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan tentang praktik budidaya kopi berkelanjutan dan praktik manajemen penanganan pasca panen yang baik, serta meningkatkan produktivitas kopi berkelanjutan di Kabupaten Waykanan, dirinya berharap dapat terjalin kerjasama dengan PT. Sari Makmur Mandiri selaku perusahaan yang bergerak dalam bidang industri pengolahan biji kopi, melalui program kegiatan pembinaan petani kopi dalam rangka peningkatan produksi kopi berkelanjutan/lestari, dengan target capaian adalah 61 kelompok tani yang terdiri dari 1.469 petani kopi mandiri yang tersebar di Kecamatan Rebang Tangkas, dengan harapan melalui kegiatan ini dapat memperkuat manajemen petani dan kelompok tani yang akan dilibatkan dalam program menuju pada produksi kopi yang berkelanjutan dan memenuhi prinsip dan kriteria sertifikasi kopi berkelanjutan, terlaksananya program ini tentunya memerlukan kerjasama dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait, camat, kepala kampung, tenaga pendamping perkebunan kiranya dapat membantu terlaksananya program ini di lapangan dan saling berkoordinasi agar kegiatan dapat berjalan baik dan lancar. 

“Atas nama pemerintah Kabupaten Waykanan, Saya mengucapkan terima kasih kepada PT. Sari Makmur Mandiri atas program yang akan dilaksanakan dan harapan kami dapat mendorong petani dalam membangun kekuatan organisasi, menetapkan posisi tawar, meningkatkan kualitas produksi dan praktik kopi berkelanjutan, sehingga petani kopi di Kabupaten Waykanan dapat berdaya secara ekonomi, sosial dan lingkungan,” tegas Adipati Surya dalam pertemuan yang tetap mengedepankan protokoler kesehatan tersebut.(sah/mlo)

Pos terkait