TNI-POLRI Siap Mengamankan Jalannya Pilkakon Serentak di Pringsewu

Medialampung.co.id – Polres Pringsewu di backup TNI siap mengamankan jalannya pemilihan kepala pekon (pilkakon) serentak pada 18 Mei mendatang di kabupaten Pringsewu. 

Pilkakon, akan diikuti 55 calon dan berlangsung di 19 Pekon yang tersebar di 8 kecamatan.

Bacaan Lainnya


“Tujuannya adalah memastikan keamanan, kelancaran, ketertiban dan juga memastikan tidak adanya pelanggaran prokes pencegahan Covid-19 dalam hal pelaksanaan Pilkakon di Kabupaten Pringsewu,” jelas Kompol Martono, mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi, SIK., saat simulasi pemilihan kepala Pekon (Pilkakon) secara digital atau e-voting di balai Pekon Wonodadi, Gadingrejo, Pringsewu, Rabu (11/5).

Simulasi dihadiri Bupati Pringsewu H. Sujadi ketua DPRD Suherman, Dandim 0424 Letkol Mica Aruan dan Kajari Pringsewu Ade Indrawan disaksikan sejumlah tamu undangan antara lain Kadis PMDT Provinsi Lampung, para ketua OPD, Para Camat, Para Calon Kepala Pekon, panitia pilkakon, masyarakat

Simulasi pilkakon secara e-voting yang baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia tersebut, dipandu oleh tim teknis smart village Provinsi Lampung

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pekon Kabupaten Pringsewu Tri Haryono mewakili kadisnya Iskandar muda mengatakan bimbingan teknis terkait hal ini telah digelar. 

“Bimtek, sosialisasi serta simulasi diberikan untuk 110 orang peserta, Terdiri dari 10 orang tim teknis inti dan 100 orang tim teknis lapangan,” jelasnya.

Sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan wawasan para tim teknis inti dan tim teknis lapangan dalam pelaksanaan pemilihan kepala pekon secara e-Voting.

Khususnya dalam penyiapan perangkat e-Voting, mekanisme kerja perangkat serta mengantisipasi permasalahan yang menyangkut gangguan teknis di lapangan.

Untuk itu Wakil Bupati Pringsewu Fauzi berharap agar pelaksanaan pemilihan kepala pekon secara e-Voting yang sesuai jadual yang akan digelar pada 18 Mei mendatang dapat terlaksana dengan baik, dibutuhkan semangat dan kekompakan.

“Ini merupakan sistem. Dengan kata lain, system akan dapat berjalan baik tergantung siapa yang mengolah dan mengatur,” katanya.

Pemilihan kepala pekon yang bakal di gelar dengan sistem e-Voting merupakan kegiatan yang sangat berani dan mempertaruhkan nama Pringsewu.

“Dimana pemilihan kepala pekon secara e-Voting yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Pringsewu. Bahkan mungkin di Indonesia,” terang Fauzi menyikapi rencana pemilihan kepala pekon dengan e voting.

Dikatakannya, pada satu sisi hal ini sangat bagus, dan jika berhasil tentunya akan membuat nama Kabupaten Pringsewu melejit.

“Akan tetapi di sisi lain, kalau ternyata pelaksanaannya tidak bagus bisa menjadi cemoohan. Oleh karena itu, kuncinya adalah pada simulasi,” pesannya.(sag/mlo)


Pos terkait