TNWK dan KTH Rahayu Jaya Tanam Pakan Badak

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Upaya pelestarian Badak Sumatra tidak terlepas dari ketersediaan pakan alami. Antara lain berupa tanaman jenis medang (Phoebe hainanensis), puspa (Schima wallichii) dan pulai (Alstonia scholaris).

Sebagai upaya menyediakan pakan yang disukai Badak Sumatera tersebut, Balai Taman Nasional Way Kambas bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Rahayu Jaya  menjalin kerjasama program restorasi dan pemulihan ekosistem Rawa Kijang.   

Bacaan Lainnya



Kegiatan yang dilaksanakan antara lain melalui  penanaman ribuan bibit pakan badak yang terdiri dari 42 jenis.

Lokasi penanaman ribuan tanaman pada areal seluas 20 hektar yang terletak di Seksi III Kuala Penet Resort Margahayu TNWK tersebut sebelumnya merupakan daerah yang rawan kebakaran saat musim kemarau.   

Kerjasama program kemitraan konservasi partisipatif yang berkelanjutan tersebut diresmikan, Selasa (22/9).

Kepala Balai TNWK Subakir menjelaskan,  kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Yayasan Badak Indonesia (YABI) dan International Rhino Foundation (IRF).

“Kami sangat mendukung kegiatan ini demi konservasi dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan TNWK,” kata Subakir.  

Dilanjutkan, kegiatan tersebut juga merupakan peringatan hari badak sedunia tahun 2020. Menurutnya, peringatan hari badak sedunia tahun ini memfokuskan  keterlibatan masyarakat sekitar melalui program restorasi.

“Kami juga memberi kesempatan masyarakat luas ikut berpartisipasi dalam pelestarian Badak Sumatera,” lanjut Subakir.  

Kesempatan yang sama Widodo S Ramono selaku Ketua YABI menyatakan, untuk program restorasi tersebut, Yabi bersama IRF merancang dan memberi dukungan berupa bantuan infrastruktur penyemaian, penanaman, perawatan dan penjagaan. Kemudian, fasilitasi pelatihan anggota, pembangunan dan pengembangan institusi. 

“Kami juga menyalurkan bantuan berupa dana operasional untuk penyediaan tumbuhan pakan  dalam rangka konservasi badak Sumatera,” terang Widodo. 

Sementara Ketua KTH Rahayu Jaya Hasan Mashadi menjelaskan, program penanaman pakan badak tersebut telah dilakukan kelompoknya secara gotong royong sejak beberapa bulan lalu.

“Kini  tanaman pakan badak yang ada di Rawa Kidang  telah berumur delapan bulan dan tetap membutuhkan perawatan dan penjagaan,” jelas Hasan Mashadi. (wid/mlo)



Pos terkait